Viral Arie Kriting Dihujat Netizen usai Senggol Kasus Sitok Srengenge dan Sal Priadi
JAKARTA, iNews.id - Komika Arie Kriting dihujat netizen usai ikut membahas kasus penyanyi Sal Priadi dengan Sitok Srengenge yang viral di media sosial. Seperti apa kronologi lengkapnya?
Semua bermula dari cuitan Arie Kriting di X yang menyinggung persoalan dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Sitok Srengenge. Ia mengatakan, kasus pelecehan seksual membuat masyarakat berdebat imbas tidak tegasnya aturan dan hukum yang menjerat para pelaku.
"Menurut pendapat saya, semua pertikaian sosmed mengenai kasus kekerasaan seksual terjadi karena negara gagal memberikan kepastian hukum, sehingga rakyat dengan rakyat harus saling berdebat mempertanyakan posisi mereka satu sama lain," tulis Arie dikutip Minggu (4/1/2026).
Sayangnya, cuitan Arie Kriting ini menuai beragam komentar netizen hingga tak jarang warganet menghujat pendapatnya. Netizen mengatakan perdebatan perihal kasus pelecehan seksual justru untuk mendapatkan keadilan.
Netizen banyak bersuara dan vokal mengungkap setiap pelecehan seksual demi mendapatkan keadilan untuk para korban. Bukan sekadar ingin meramaikan media sosial tanpa tujuan yang pasti.
"Bang Ari, ketika ada kasus kekerasan seksual kita berisik saja negara gagal memberikan kepastian hukum," tulis akun @pu***.
"Banyak yang berisik saja keadilannya ga dapet kan, apalagi nggak berisik," sambung @ad***.
"Lho, harusnya itu logika dasar dong, bayangin berisik saja gak dapat keadilan apalagi senyap?" tambah @go***.
Sebagai informasi, Sal Pria menuai pro dan kontra warganet usai dirinya berfoto dengan Sitok Srengenge yang disebut memiliki rekam jejak pelecehan seksual. Dari ini awal mula kasus viral di media sosial.
Usai pernyataan itu viral, Arie Kriting pun menyampaikan permohonan maaf. Seperti apa klarifikasi Arie Kriting? Simak beritanya sampai selesai.
Arie Kriting Sampaikan Permintaan Maaf
Melihat tanggapan para warganet, Arie Kriting pun menyampaikan permohonan maaf. Ia menjelaskan cuitan tersebut bukan bermaksud untuk melarang masyarakat bersuara soal pelecehan seksual.
"Mohon maaf kalau tweet saya menimbulkan kerancuan. Tweet itu tidak ditujukan kepada yang setia bersuara melawan kasus pelecehan seksual," kata Arie.
"Tweet itu karena saya kesal lihat rakyat terus saja berada di posisi sulit karena lemahnya penegakan hukum atas isu-isu semacam ini," tambahnya.








