Modal Rp25 Ribu Bisa Investasi Emas, Ini Keunggulan ETF Emas

Modal Rp25 Ribu Bisa Investasi Emas, Ini Keunggulan ETF Emas

Ekonomi | idxchannel | Sabtu, 7 November 2026 - 23:30
share

IDXChannel - Masyarakat kini bisa berinvestasi emas melalui produk Exchange Traded Fund (ETF) emas dengan modal mulai Rp25 ribu atau setara satu lot. Produk ini memungkinkan investor mendapatkan eksposur terhadap emas tanpa harus membeli dan menyimpan emas batangan secara langsung.

Kepala Divisi Pengembangan Bisnis 2 Bursa Efek Indonesia (BEI), Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan, ETF emas menjadi alternatif investasi yang lebih terjangkau sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mendiversifikasi portofolio investasinya.

"ETF emas itu harganya bisa start dari satu lotnya Rp20 ribuan, gitu ya. Sekarang ada Rp23.000, Rp25.000 dan yang paling mahal ada Rp100 ribuan. Jadi, dengan kita hanya menyisihkan uang Rp25.000 seharga kopi, itu kita bisa dapat ETF emas satu lot," kata Kautsar dalam acara Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2026, Sabtu (7/11/2026).

Dia menjelaskan, ETF merupakan produk reksa dana yang unit penyertaannya diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Berbeda dengan reksa dana pada umumnya yang dibeli melalui agen penjual, ETF dapat diperjualbelikan melalui aplikasi perdagangan saham atau mobile trading.

Melalui produk ini, investor dapat memiliki eksposur terhadap aset emas tanpa harus membeli emas secara langsung. Dana yang dihimpun dari investor akan dikelola oleh manajer investasi untuk membeli aset dasar berupa emas.

Selain lebih terjangkau, Kautsar menyebut ETF memiliki keunggulan dari sisi transparansi dan kemudahan transaksi. Investor dapat mengetahui aset yang dikelola manajer investasi melalui informasi yang dipublikasikan di situs BEI maupun perusahaan manajer investasi.

"Kita menjaga transparansi bahwa dana yang dikelola oleh manajer investasi itu terpublikasi dan dapat diketahui dibelikan apa saja. Yang terakhir, kita bisa beli lewat mobile trading dengan mudah dan bisa mendiversifikasi portofolionya dengan saham maupun emas," jelasnya.

Sementara itu, Senior Associate Quantitative Research PT Indo Premier Investment Management, Willy Sofyan Simamora menjelaskan, aset dasar yang digunakan dalam ETF emas terbitan Indo Premier Investment Management adalah Electronic Gold Receipt (EGR) yang diterbitkan PT Pegadaian. Nilai aktiva bersih ETF tersebut akan mengikuti pergerakan harga EGR yang diperbarui setiap hari oleh Pegadaian.

Dalam mekanismenya, terdapat manajer investasi, dealer partisipan, bank kustodian, serta Pegadaian yang terlibat dalam ekosistem ETF emas. Produk dengan kode ticker XGLD tersebut diperdagangkan melalui pasar primer dan pasar sekunder.

Willy menjelaskan, perbedaan harga antara kedua pasar tersebut dapat memunculkan kondisi premium maupun diskon. Mekanisme pasar dan transaksi arbitrase antara pasar primer dan sekunder turut membantu menjaga harga ETF agar mengikuti nilai aset dasarnya.

"Sehingga kita bisa mengambil keuntungan atau arbitrase di dalamnya yaitu dengan jika harga secondary lebih tinggi dan harga primary lebih rendah, maka kita beli yang rendah dan jual di harga yang lebih tinggi. Atau pun sebaliknya, jika harganya secondary lebih rendah, harga primary lebih tinggi, kita bisa melakukan sebaliknya," jelas Willy.

Di sisi lain, VP Divisi Bisnis Bullion PT Pegadaian, Dharma Satria mengatakan, Pegadaian berperan sebagai penyedia sekaligus penyimpan emas yang menjadi aset dasar ETF. Emas tersebut berasal dari produksi anak perusahaan Pegadaian, Galeri 24, yang bergerak di bidang manufaktur emas.

"Seluruh emas yang nantinya menjadi aset dasar atau backing dari gold ETF ini kita simpan di situ (vault Pegadaian) dengan pencatatan atas emasnya itu adalah kepemilikan reksa dana. Jadi bukan kepemilikan Pegadaian," pungkas Dharma.

Dia menyebut Pegadaian saat ini memiliki fasilitas penyimpanan atau vault berstandar internasional dengan kapasitas sekitar 100 ton untuk menyimpan emas.

(Nur Ichsan Yuniarto)

Topik Menarik