Presiden Paraguay Santiago Pena Mundur usai Dituduh Sebabkan Krisis Perbankan

Presiden Paraguay Santiago Pena Mundur usai Dituduh Sebabkan Krisis Perbankan

Terkini | idxchannel | Jum'at, 6 November 2026 - 16:14
share

IDXChannel - Presiden Paraguay Santiago Pena mengundurkan diri setelah krisis politik dan keuangan meluluhlantakkan sistem perbankan negara di Amerika Selatan tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Pusat dari krisis ini adalah Bank Ueno, yang hanya dalam kurun waktu beberapa tahun di bawah kepemimpinan Pena berubah dari sebuah bank digital yang tidak dikenal menjadi salah satu pemberi pinjaman terbesar di negara tersebut, dengan klaim memiliki sekitar 60 persen populasi dewasa Paraguay sebagai nasabahnya.

Senin lalu, bank sentral memerintahkan Bank Ueno masuk dalam tahap resolusi karena insolvensi. Langkah ini membekukan simpanan dari 3 juta nasabah, yang membuat ratusan ribu keluarga tidak memiliki akses terhadap uang untuk membeli makanan dan kebutuhan sehari-hari. 

Para eksekutif bank ditangkap, dan masyarakat turun ke jalan melakukan aksi protes besar-besaran.

“Rakyatku yang tercinta, hari ini saya berbicara kepada kalian pada salah satu momen paling sulit dalam hidup saya. Dengan hati yang tertuju pada Paraguay dan keyakinan bahwa republik kita harus selalu diutamakan di atas apa pun, saya telah memutuskan untuk mengajukan pengunduran diri sebagai presiden republik,” kata Pena dalam sebuah video, dilansir dari The Guardian pada Jumat (6/11/2026).

Sebelum mundur, Pena menghadapi proses pemakzulan yang mendapat dukungan luas.

Para anggota parlemen oposisi dan bahkan para anggota dari partai Colorado yang menaungi Pena mengajukan mosi pemakzulan yang menganggap presiden bertanggung jawab atas keruntuhan tersebut. 

Ia pernah menjadi pemegang saham di grup yang mengelola bank tersebut hingga awal tahun lalu dan, dalam beberapa bulan terakhir, dilaporkan mengabaikan peringatan dari bank sentral dan media mengenai operasional bank itu.

Tekanan politik semakin menguat pada Kamis pagi ketika mantan presiden Horacio Cartes, yang dahulu merupakan sekutunya, mengunggah pesan yang mendukung pemakzulan tersebut.

“Kami tidak akan berdiri di pihak pencurian uang publik, swasta, dan dana pensiun. Kita harus memikirkan rakyat dan nilai-nilai yang kita junjung tinggi di partai Colorado. Kami mendukung pemakzulan presiden republik, Santiago Pena, demi mengembalikan tatanan institusional republik,” tulisnya.

Sejak skandal ini mencuat, Pena bersikeras dalam berbagai kesempatan bahwa dirinya tidak melakukan kesalahan apa pun.

Masih belum jelas siapa yang akan menggantikannya atau kapan, karena pengunduran dirinya secara teori harus disetujui oleh Kongres.

Sekitar satu jam setelah pengumuman Pena, majelis rendah dengan suara bulat menyetujui mosi pemakzulan, yang kini diteruskan ke senat. 

Jika disetujui, meskipun telah mengundurkan diri, ia akan kehilangan kursi senatnya dan dengan demikian kehilangan kekebalan hukumnya, sehingga ia harus menghadapi proses hukum pidana di pengadilan biasa. (Wahyu Dwi Anggoro)

Topik Menarik