Laba Bersih Tugu Insurance Naik 17,4 Persen Jadi Rp495,15 Miliar hingga September 2026

Laba Bersih Tugu Insurance Naik 17,4 Persen Jadi Rp495,15 Miliar hingga September 2026

Terkini | idxchannel | Jum'at, 6 November 2026 - 16:14
share

IDXChannel - PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp495,15 miliar hingga September 2026 atau meningkat 17,4 persen.

Pertumbuhan tersebut turut mengangkat laba per saham menjadi Rp139 dari Rp119. Sementara itu, laba tahun berjalan secara konsolidasian mencapai Rp525,62 miliar, tumbuh 6,5 persen secara tahunan.

Pencapaian ini berlangsung ketika pasar modal domestik mengalami koreksi tajam. IHSG turun 29,79 persen sejak awal tahun hingga akhir September 2026.

Sementara pendapatan investasi Tugu Insurance tercatat sebesar Rp342,30 miliar, turun 31,2 persen dari Rp497,40 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Analis Alvin Timothy Murthi dari Ajaib Sekuritas menilai tekanan pasar menjadi tantangan bagi perusahaan asuransi dalam mengelola portofolio investasinya. Dalam kondisi tersebut, kemampuan menjaga profitabilitas perlu ditopang oleh penguatan bisnis inti serta pengelolaan risiko yang disiplin.

“Volatilitas pasar menekan imbal hasil portofolio seluruh perusahaan asuransi. Yang membedakan TUGU adalah penyeimbangnya: hasil underwriting yang tumbuh dua digit membuat profitabilitasnya lebih tahan terhadap gejolak pasar,” katanya dikutip Jumat (6/11/2026).

Menghadapi kondisi tersebut, penyesuaian strategi menjadi penting, terutama dalam menyeimbangkan pengelolaan investasi dengan penguatan sumber laba operasional.

Pada Tugu Insurance, hasil kinerja hingga September menunjukkan bisnis asuransi memberikan kontribusi yang semakin kuat untuk mengimbangi penurunan pendapatan investasi.
Pendapatan jasa asuransi Tugu Insurance mencapai Rp6,73 triliun, tumbuh 4,5 persen dari Rp6,44 triliun.

Adapun hasil jasa asuransi meningkat lebih cepat, yakni 17,2 persen, menjadi Rp602,04 miliar dari Rp513,68 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dengan demikian, rasio hasil jasa asuransi terhadap pendapatan jasa asuransi membaik dari sekitar 8,0 persen menjadi 9,0 persen.

"Perbaikan tersebut menunjukkan peningkatan kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan dari setiap pendapatan jasa asuransi yang dibukukan," kata Alvin.

Menurut Alvin, disiplin seleksi risiko, penetapan harga, serta pengelolaan reasuransi menjadi faktor penting dalam menjaga margin.

Penguatan aspek tersebut relevan bagi portofolio korporasi TUGU, termasuk pada lini energi, properti, dan marine.

“Hasil jasa asuransi yang tumbuh dua digit di tengah pasar yang menantang menunjukkan kualitas portofolio TUGU. Ditambah diversifikasi dari reasuransi dan usaha nonasuransi, basis pendapatannya menjadi lebih seimbang. Konsistensi ke depan akan ditentukan oleh pengelolaan klaim dan efisiensi biaya,” ujarnya.

Ke depan, kemampuan menyesuaikan pengelolaan investasi dengan kondisi pasar, sembari mempertahankan disiplin underwriting, menjadi kunci untuk menjaga kinerja.

Penguatan hasil jasa asuransi hingga September 2026 menunjukkan bahwa bisnis inti TUGU mampu menjadi penopang laba ketika kontribusi investasi menghadapi tekanan.

(kunthi fahmar sandy)

Topik Menarik