IPCC Pertahankan Payout Ratio Dividen 80 Persen pada 2026

IPCC Pertahankan Payout Ratio Dividen 80 Persen pada 2026

Ekonomi | idxchannel | Rabu, 4 November 2026 - 12:10
share

IDXChannel - PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) berkomitmen mempertahankan rasio pembagian dividen atau payout ratio sebesar 80 persen dari laba bersih pada 2026, sama seperti tahun sebelumnya. erseroan juga memastikan tetap membagikan dividen interim kepada pemegang saham.

Di tengah tantangan industri logistik global dan domestik, perusahaan yang merupakan anggota subholding PT Pelindo Multi Terminal ini berupaya menjaga kinerja operasional dan keuangan sekaligus memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.

Direktur Utama IPCC, Wing Megantoro mengatakan, perseroan terus beradaptasi menghadapi dinamika pasar otomotif nasional maupun internasional. Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan mitigasi risiko, pemanfaatan peluang regional, serta optimalisasi momentum ekspor dan impor kendaraan.

"Kami berkomitmen untuk menjaga kinerja yang lebih baik di tengah berbagai tantangan eksternal dengan memperkuat mitigasi risiko secara komprehensif, menangkap peluang di tingkat regional, serta secara optimal memanfaatkan momentum ekspor dan impor kendaraan," ujar Wing dalam keterangan resmi, Rabu (4/11/2026).

Untuk mengantisipasi ketidakpastian ekonomi global, termasuk dinamika geopolitik dan kebijakan perdagangan internasional, IPCC mengembangkan strategi IPCC Integrated Auto Solutions. Melalui strategi ini, perseroan tidak hanya mengandalkan layanan bongkar muat kendaraan di pelabuhan, tetapi juga memperluas bisnis ke layanan pendukung logistik otomotif.

Ekspansi tersebut mencakup manajemen distribusi kendaraan, penyediaan fasilitas Pre-Delivery Center (PDC), hingga layanan transportasi darat terintegrasi. Dengan demikian, IPCC berupaya memperkuat layanan logistik kendaraan dari hulu hingga hilir.

Perseroan juga menyiapkan peta jalan bisnis periode 2026-2030 yang dibagi menjadi tiga tahap. Pada 2026-2027, IPCC berfokus pada penyelarasan dan konsolidasi bisnis melalui peningkatan kapasitas terminal, standardisasi fasilitas, digitalisasi proses bisnis, serta pertumbuhan anorganik di segmen transportasi darat.

Memasuki 2028–2029, perseroan akan memperkuat pangsa pasar, menjalin kerja sama strategis dengan produsen otomotif, serta mengembangkan platform logistik kendaraan ramah lingkungan. Selanjutnya, pada 2030, IPCC menargetkan terbentuknya ekosistem industri otomotif terintegrasi dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta layanan logistik kendaraan utuh atau Completely Built Up (CBU) dari hulu hingga hilir.

Di tengah penyesuaian pasar otomotif, termasuk berakhirnya sejumlah insentif kendaraan listrik dan dinamika pasokan global, IPCC melihat sejumlah peluang pertumbuhan. Peluang tersebut antara lain berasal dari peningkatan impor kendaraan komersial untuk mendukung program strategis pemerintah serta potensi kenaikan ekspor kendaraan dari sejumlah produsen besar, termasuk Toyota.

IPCC juga membidik peluang ekspansi ekspor di kawasan regional. Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, perseroan memperkuat tata kelola perusahaan dan keunggulan operasional dengan mengedepankan prinsip zero accident dan zero damage.

Melalui strategi pengembangan ekosistem otomotif terintegrasi tersebut, IPCC optimistis dapat menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan. Perseroan juga berupaya mempertahankan kepercayaan investor melalui kebijakan pembagian dividen dengan payout ratio 80 persen pada 2026.

(Rahmat Fiansyah)

Topik Menarik