Pendapatan SSIA Tumbuh 44,7 Persen, Laba Bersih Tembus Rp344,4 Miliar

Pendapatan SSIA Tumbuh 44,7 Persen, Laba Bersih Tembus Rp344,4 Miliar

Ekonomi | idxchannel | Selasa, 3 November 2026 - 17:24
share

IDXChannel - PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) membukukan laba bersih sebesar Rp344,4 miliar hingga September 2026. Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan, terutama dari segmen properti dan perhotelan.

Berdasarkan ikhtisar laporan keuangan perseroan, Selasa (3/11/2026), pendapatan konsolidasian SSIA mencapai Rp4,81 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Angka tersebut meningkat 44,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp3,32 triliun.

Segmen properti menjadi kontributor pertumbuhan terbesar dengan pendapatan mencapai Rp1,48 triliun, melonjak 172,2 persen dibandingkan Rp545 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Segmen perhotelan juga mencatatkan peningkatan pendapatan signifikan sebesar 161,2 persen secara tahunan menjadi Rp940,9 miliar, dari sebelumnya Rp360,2 miliar.

Sementara itu, segmen konstruksi mencatatkan pendapatan sebesar Rp2,51 triliun, turun dibandingkan Rp2,65 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perseroan menyebut perlambatan tersebut terutama disebabkan oleh penurunan perolehan kontrak baru.

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, laba kotor SSIA meningkat 113,9 persen secara tahunan menjadi Rp1,58 triliun hingga September 2026, dibandingkan Rp739,3 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Segmen properti menyumbang laba kotor sebesar Rp699,6 miliar, meningkat 168,4 persen secara tahunan. Adapun segmen perhotelan mencatatkan laba kotor Rp595,2 miliar, naik 216,4 persen.

Dari sisi EBITDA, SSIA membukukan Rp951,5 miliar dengan margin 19,8 persen. Capaian ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, ketika EBITDA tercatat Rp256,7 miliar dengan margin 7,7 persen.

Peningkatan tersebut antara lain didukung oleh perbaikan kinerja segmen perhotelan. Margin EBITDA segmen ini berbalik positif menjadi 21,4 persen, terutama ditopang kinerja hotel di Bali yang mencatatkan tarif rata-rata kamar atau Average Room Rate (ARR) dan tingkat okupansi tinggi pada kuartal III-2026.

Di sisi lain, segmen konstruksi mencatatkan EBITDA sebesar Rp204,9 miliar, lebih rendah dibandingkan Rp223,5 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan kontribusi masing-masing segmen, laba bersih dari segmen properti mencapai Rp525,5 miliar, meningkat 330,7 persen secara tahunan. Segmen konstruksi menyumbang Rp133,4 miliar, turun 14,9 persen.

Sementara itu, segmen perhotelan masih mencatatkan rugi bersih sebesar Rp34,9 miliar. Meski demikian, kerugian tersebut membaik 74,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi keuangan, posisi kas SSIA tercatat sebesar Rp928,9 miliar pada September 2026, turun 15 persen dibandingkan Rp1,09 triliun pada Juni 2026. Penurunan tersebut terutama disebabkan kebutuhan pendanaan untuk akuisisi lahan dan biaya pengembangan lahan di kawasan Subang Smartpolitan.

Adapun utang berbunga perseroan tercatat sebesar Rp2,24 triliun, turun 1,2 persen dibandingkan Rp2,27 triliun pada Juni 2026. Sementara rasio utang terhadap ekuitas atau gearing ratio berada di level 26 persen.

(Shifa Nurhaliza Putri)

Topik Menarik