Ketidakpastian Arah Suku Bunga hingga Dinamika Pasar Global Diperkirakan Masih Berlanjut
IDXChannel - Di tengah ketidakpastian ekonomi global, memahami arah perkembangan ekonomi dan mengantisipasi perubahan menjadi semakin penting.
Hal tersebut diungkap oleh Direktur Utama Hana Bank, Yung Ryul Ko dalam gelaran Hana Bank Economic Outlook 2027 mengusung tema “Beyond Uncertainty: Winning in the New Global Economic Era”.
Lebih lanjut dia mengatakan, ketidakpastian arah kebijakan suku bunga di negara-negara perekonomian utama dunia, dinamika pasar saham Indonesia, volatilitas nilai tukar, serta risiko geopolitik yang masih berlanjut diperkirakan memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian global maupun Indonesia.
“Kepercayaan dan dukungan nasabah merupakan pendorong utama pertumbuhan Hana Bank. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk menjadi mitra keuangan terpercaya dan dapat diandalkan, tumbuh bersama para nasabah, serta mewujudkan masa depan yang lebih baik. Kami berharap Hana Bank Economic Outlook dapat memberikan wawasan yang bermanfaat bagi nasabah dalam memahami prospek ekonomi tahun depan, serta menyusun strategi bisnis di Indonesia dan mengelola aset pribadi,” ujar Yung Ryul Ko dalam sambutannya Selasa (3/11/2026).
Sementara itu, Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya menuturkan dinamika politik domestik maupun global akan turut memengaruhi prospek ekonomi pada tahun 2027.
Dari dalam negeri, perubahan biaya
hidup, inflasi, dan nilai tukar rupiah dapat memengaruhi daya beli masyarakat dan sentimen konsumen.
“Selain itu, Indonesia masih harus menghadapi tantangan global mulai dari kebijakan luar negeri Amerika Serikat hingga gangguan di Timur Tengah. Perlambatan ekonomi global dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk harga energi dan komoditas, perang dagang dan cuaca, kenaikan utang pemerintah, dan situasi di selat Hormuz. Di tengah tantangan tersebut, perkembangan artificial intelligence (AI) menjadi faktor penggerak pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Sementara itu Dekan dan CEO ADBI Bambang Brodjonegoro menyoroti proyeksi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) global yang masih tidak merata pada 2027. International Monetary Fund (IMF) memproyeksikan pertumbuhan PDB dunia pada tahun 2027 sebesar 3,40 persen, lebih tinggi daripada proyeksi pertumbuhan tahun 2026 yang sebesar 3,10 persen.
Di ASEAN, Indonesia dan Filipina diproyeksikan mengalami pertumbuhan PDB tertinggi kedua sebesar 5,10 persen pada tahun 2027, hanya satu level di bawah Vietnam.
“Namun demikian, proyeksi PDB yang tinggi belum menjamin imbal hasil. Faktor-faktor yang dapat menarik investasi antara lain permintaan pasar dan kedalaman pemasok, listrik dan logistik yang andal, kepastian izin,
dan keterampilan tenaga kerja,” ujar Bambang.
(kunthi fahmar sandy)










