PTBA Raup Laba Rp4,41 Triliun hingga Kuartal III-2026, Melesat 216 Persen

PTBA Raup Laba Rp4,41 Triliun hingga Kuartal III-2026, Melesat 216 Persen

Ekonomi | idxchannel | Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:54
share

IDXChannel - PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp4,41 triliun hingga kuartal III-2026. Angka tersebut melonjak 216,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,39 triliun.

Kenaikan laba ditopang pertumbuhan pendapatan dan penguatan harga jual batu bara. Pendapatan PTBA mencapai Rp35,20 triliun sepanjang Januari-September 2026, meningkat 12 persen dibandingkan Rp31,33 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Direktur Utama PTBA, Bambang Ismawan mengatakan, kinerja keuangan perseroan didukung pemulihan produksi pada kuartal III-2026, optimalisasi bauran penjualan, serta pengelolaan biaya dan operasional yang disiplin. Perseroan juga memanfaatkan momentum penguatan harga batu bara untuk meningkatkan kinerja usaha.

"Ke depan, perseroan akan terus memperkuat efisiensi di seluruh rantai bisnis, mengoptimalkan peluang pasar domestik dan ekspor, serta memastikan pengembangan infrastruktur logistik dapat segera berjalan agar mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan dan penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan," katanya dalam keterangan resmi, Kamis (29/10/2026).

Harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) batu bara PTBA meningkat 18 persen secara tahunan. Penguatan tersebut sejalan dengan kenaikan indeks harga batu bara Newcastle sebesar 25 persen dan ICI-3 sebesar 26 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan harga jual mampu mengimbangi penurunan volume penjualan sebesar 4 persen menjadi 32,23 juta ton.

Dari sisi profitabilitas, laba kotor PTBA melonjak 103,8 persen menjadi Rp7,27 triliun dari Rp3,57 triliun. Laba usaha juga meningkat lebih dari tiga kali lipat menjadi Rp5,11 triliun dibandingkan Rp1,60 triliun pada sembilan bulan pertama 2025.

EBITDA perseroan tercatat sebesar Rp7,19 triliun, naik 102,2 persen dibandingkan Rp3,56 triliun pada periode yang sama tahun lalu. PTBA mencatatkan margin laba bersih sebesar 13 persen dan margin EBITDA sebesar 20 persen hingga September 2026.

Dari sisi biaya, beban pokok pendapatan hanya naik sekitar 0,6 persen menjadi Rp27,94 triliun, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pendapatan sebesar 12 persen. Meski harga bahan bakar meningkat 36 persen secara tahunan, perseroan mampu menahan tekanan biaya melalui penurunan stripping ratio menjadi 5,59 kali dari 5,98 kali.

Kinerja operasional mulai pulih pada kuartal III 2026. Produksi batu bara meningkat 17 persen secara kuartalan, sedangkan volume penjualan naik 2 persen. Harga jual rata-rata juga menguat 7 persen dibandingkan kuartal sebelumnya, menopang kinerja perseroan pada periode tersebut.

Dari total penjualan hingga September 2026, pasar domestik menyerap 16,62 juta ton atau sekitar 52 persen, sedangkan ekspor mencapai 15,61 juta ton atau 48 persen. Lima negara tujuan ekspor terbesar PTBA meliputi Bangladesh, Vietnam, India, Kamboja, dan Thailand.

Dari sisi neraca, total aset PTBA mencapai Rp51,55 triliun per 30 September 2026, naik 17 persen dibandingkan akhir 2025. Total liabilitas meningkat 14 persen menjadi Rp24,31 triliun, sedangkan ekuitas tumbuh 20 persen menjadi Rp27,24 triliun. Arus kas bersih dari aktivitas operasi juga naik 9 persen menjadi Rp4,44 triliun.

Corporate Secretary Division Head PTBA, Eko Prayitno menambahkan, ke depan, PTBA akan terus memperkuat fundamental bisnis melalui peningkatan efisiensi operasional, optimalisasi rantai pasok, serta percepatan penyelesaian proyek-proyek strategis. Sejalan dengan itu, perseroan juga terus mendorong diversifikasi usaha melalui pengembangan bisnis energi dan hilirisasi batu bara sebagai bagian dari transformasi menuju perusahaan energi yang berkelanjutan. 

"Berbagai langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat daya saing perseroan sekaligus menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan," ujar Eko.

Memasuki sisa tahun 2026, PTBA akan memperkuat efisiensi operasional, mengoptimalkan pasar domestik dan ekspor, serta mempercepat pengembangan infrastruktur logistik, termasuk Proyek Tanjung Enim-Kramasan. Perseroan menargetkan produksi batu bara sebesar 49,55 juta ton dan penjualan 49,51 juta ton sepanjang 2026, dengan belanja modal Rp3,64 triliun. 

(Rahmat Fiansyah)

Topik Menarik