Garuda Metalindo (BOLT) Raup Pendapatan Rp1,42 Triliun hingga September 2026

Garuda Metalindo (BOLT) Raup Pendapatan Rp1,42 Triliun hingga September 2026

Ekonomi | idxchannel | Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:10
share

IDXChannel - PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT) membukukan pendapatan sebesar Rp1,42 triliun sepanjang Januari-September 2026, tumbuh 13 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,26 triliun. Sementara laba bersih perseroan meningkat 8,34 persen menjadi Rp117 miliar.

Direktur BOLT, Anthony Wijaya mengatakan, prtumbuhan pendapatan perseroansemakin kuat pada kuartal III 2026. Pendapatan BOLT mencapai Rp542 miliar, naik 21,5 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) dan 19,3 persen secara kuartalan (quarter-on-quarter/QoQ). 

"Kinerja ini didorong peningkatan permintaan komponen otomotif dan bahan baku baja, serta aktivitas penjualan domestik yang menguat," katanya dalam keterangan resmi, Kamis (29/10/2026).

Dari sisi segmen bisnis, penjualan suku cadang otomotif menjadi salah satu pendorong utama dengan pertumbuhan 31,7 persen menjadi Rp334 miliar hingga September 2026. Penjualan bahan baku steel wire meningkat 24,3 persen menjadi Rp250 miliar, sedangkan segmen komponen otomotif tumbuh 7,14 persen menjadi Rp264 miliar.

Sementara itu, penjualan suku cadang sepeda motor turun 1,4 persen menjadi Rp406 miliar. Meski demikian, kinerja segmen ini membaik pada kuartal III-2026 dengan pendapatan Rp156 miliar, naik 28,5 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.

Dari sisi pasar, pendapatan domestik meningkat 13,1 persen menjadi Rp1,32 triliun pada sembilan bulan pertama 2026. Penjualan ekspor juga tumbuh 11,3 persen menjadi Rp101 miliar, didukung keberlanjutan kontrak dan tambahan pesanan dari pelanggan internasional. Perseroan juga terus memperluas pasar ekspor, khususnya ke Eropa, India, dan Amerika Serikat (AS).

Pertumbuhan pendapatan diikuti perbaikan profitabilitas. Laba bruto meningkat 18,5 persen menjadi Rp325 miliar, sedangkan laba operasional atau EBIT tumbuh 24 persen menjadi Rp181 miliar. EBITDA juga naik 27,1 persen menjadi Rp240 miliar, melampaui pertumbuhan pendapatan perseroan.

Efisiensi biaya turut memperkuat margin usaha. Margin laba bruto meningkat menjadi 22,9 persen dari 21,8 persen pada periode yang sama tahun lalu. Margin EBIT naik menjadi 12,8 persen dari 11,6 persen, sedangkan margin EBITDA menguat menjadi 16,9 persen dari 15 persen.

Memasuki sisa tahun 2026, BOLT menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 5-10 persen secara tahunan dan pertumbuhan laba bersih sekitar 15 persen. Perseroan juga menargetkan kontribusi ekspor sebesar 8-10 persen terhadap total pendapatan, dengan memperluas pasar internasional dan mengembangkan bisnis di sektor alat berat, infrastruktur, serta industri umum.

Untuk mendukung strategi tersebut, BOLT mengalokasikan belanja modal sekitar Rp60 miliar pada 2026. Sekitar 75 persen dari anggaran tersebut diarahkan untuk investasi teknologi dan efisiensi operasional, termasuk digitalisasi proses bisnis, otomatisasi produksi, optimalisasi penggunaan material, peningkatan produktivitas tenaga kerja, serta pemanfaatan panel surya. 

(Rahmat Fiansyah)

Topik Menarik