IHSG Pekan Depan Diproyeksi Bergerak Terbatas, Pasar Cermati The Fed dan Kinerja Perbankan
IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak terbatas pada perdagangan pekan depan. Pelaku pasar akan mencermati sejumlah sentimen, mulai dari rilis kinerja emiten perbankan, perkembangan evaluasi Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap pasar modal Indonesia, hingga keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, The Fed.
“Sepekan ke depan, kami memperkirakan pergerakan IHSG mulai terbatas dengan support 5.185 dan resistance 5.563,” ujar Head of Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana, Minggu (25/10/2026).
Menurut dia, terdapat tiga sentimen utama yang akan memengaruhi pergerakan IHSG. Pertama, rilis laporan keuangan kuartalan sejumlah emiten perbankan besar. Kinerja sektor perbankan diharapkan dapat menopang indeks meskipun ruang penguatan diperkirakan terbatas.
Kedua, pelaku pasar akan mencermati perkembangan evaluasi MSCI terhadap ekosistem pasar modal Indonesia serta langkah strategis organisasi regulator mandiri (Self-Regulatory Organizations/SRO) dalam merespons isu tersebut.
“Pasar masih mencermati dan memantau perkembangan MSCI terhadap Indonesia serta kinerja SRO, apakah akan menjadi sentimen positif ke depannya,” katanya.
Sentimen ketiga berasal dari global, yakni keputusan suku bunga dalam pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (Federal Open Market Committee/FOMC) The Fed. Konsensus pasar memperkirakan bank sentral Amerika Serikat tersebut akan mempertahankan suku bunga acuan (Federal Funds Rate/FFR).
Meski demikian, arah kebijakan moneter The Fed masih dibayangi ketidakpastian inflasi global. Herditya menilai peluang penyesuaian suku bunga tetap terbuka hingga akhir tahun, termasuk kemungkinan kenaikan suku bunga acuan.
“Pada pekan depan ada pertemuan FOMC. Secara konsensus, masih ada peluang untuk mempertahankan suku bunga. Namun, The Fed masih bersikap hawkish dan berpotensi menaikkan FFR setidaknya satu kali pada 2026,” ujarnya.
(Rahmat Fiansyah)










