Komdigi Akan Perkuat Jaringan Telekomunikasi di Berau, Kawasan Wisata Jadi Prioritas
IDXChannel— Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bakal menindaklanjuti wacana penguatan jaringan telekomunikasi di Berau, Kalimantan Timur, dengan memprioritaskan kawasan wisata pesisir dan pedalaman yang masih mengalami gangguan konektivitas.
Hal itu disampaikan oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, dalam keterangan resminya saat menerima audiensi Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, di Kantor Komdigi.
Nezar mengungkapkan bahwa ada dua cara penguatan yang bisa dilakukan di kawasan wisata di Berau. Di antaranya adalah dengan jaringan BAKTI serta koordinasi dengan operator seluler untuk melakukan penguatan jaringan.
Selain itu, ia juga meminta Pemkab Berau memetakan titik prioritas yang membutuhkan peningkatan layanan telekomunikasi.
“Di daerah-daerah yang menjadi tujuan wisata, penguatan sinyalnya bisa dilakukan dengan dua cara. Pertama, kalau menggunakan jaringan BAKTI, kita lakukan intervensi di situ, terus yang kedua, Kemkomdigi berkoordinasi dengan opsel untuk melakukan penguatan di jalur ataupun daerah wisata,” ujar Nezar (23/10/2026).
Ia menilai, kebutuhan jaringan telekomunikasi tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan jumlah penduduk yang menetap. Sehingga jalur wisata yang melintasi kawasan hutan maupun kawasan pemukiman penduduk yang sedikit juga tetap perlu akses komunikasi. Utamanya, guna mendukung keselamatan pengunjung saat menghadapi masalah darurat.
“Di daerah yang tidak ada penduduk, tapi sebetulnya lintasan untuk orang wisata itu juga butuh penguatan. Karena kalau ada turis-turis, dalam keadaan darurat, harus tetap bisa terhubung,” jelas dia.
Nezar menjelaskan, penguatan konektivitas di Berau merupakan bagian dari upaya pemerataan akses telekomunikasi, termasuk di wilayah yang belum terjangkau layanan secara memadai.
BAKTI sendiri diprioritaskan dalam pelaksanaan tersebut untuk melayani daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Sementara, operator seluler didorong untuk memperkuat jaringan di kawasan yang memiliki kebutuhan komunikasi dan potensi ekonomi, termasuk destinasi wisata.
“Negara punya kewajiban no one left behind, tidak ada yang tertinggal. Sehingga kita arahkan jaringan telekomunikasi ke daerah-daerah 3T, yang tertinggal, terdepan, terluar, jadi prioritas buat programnya BAKTI,” pungkas dia.
(Nadya Kurnia)










