Airlangga Sebut Fundamental Ekonomi RI Solid, Tegaskan MSCI Bukan Satu-satunya Acuan
IDXChannel - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih solid di tengah gejolak pasar modal akibat sentimen Morgan Stanley Capital International (MSCI). Dia menyebut investor global tidak hanya bergantung pada satu lembaga penyedia indeks dalam menilai pasar modal suatu negara.
Airlangga mengatakan ketidakpastian global memang masih membayangi perekonomian. Namun, kondisi tersebut tidak mengubah fundamental ekonomi Indonesia yang tetap kuat, tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata dunia dan inflasi yang terkendali.
"Ekonomi Indonesia secara fundamental masih solid dan terbukti di antara berbagai negara pertumbuhan ekonomi kita juga tertinggi," ujar Airlangga usai Rapat Koordinasi Dukungan Kementerian/Lembaga untuk Pengembangan KEK Triwulan III 2026, Rabu (21/10/2026).
Dia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,45 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia yang berada di kisaran 3 persen. Sementara itu, inflasi nasional masih terjaga di kisaran 3 persen dan cadangan devisa dinilai relatif kuat untuk membiayai lima bulan impor.
"Termasuk di G20 di 5,45 persen, rata-rata dunia di 3 persen. Kemudian inflasi kita juga masih sekitar 3 persen yang jauh lebih rendah dibandingkan berbagai negara lain. Cadangan devisa kita juga relatif kuat untuk lima bulan impor. Indonesia sih confident(percaya diri) ," katanya.
Terkait gejolak pasar modal yang dipicu sentimen MSCI hingga menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Airlangga menegaskan penilaian terhadap pasar modal Indonesia tidak semata-mata bergantung pada satu lembaga penyedia indeks.
Menurut dia, terdapat lembaga lain seperti FTSE Russell yang memiliki metodologi dan hasil penilaian berbeda. Karena itu, pemerintah tetap optimistis terhadap upaya pembenahan tata kelola pasar modal Indonesia.
"Kita sih confident saja dengan tata kelola yang sedang disiapkan dan Indonesia tidak tergantung hanya pada satu rating aja," katanya.
(Rahmat Fiansyah)










