BEI Gelar Ring the Bell for Financial Literacy 2026, Dorong Investor Cerdas dan Waspada
IDXChannel - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyelenggarakan acara Ring the Bell for Financial Literacy 2026 di Main Hall BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2026). Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati World Investor Week (WIW) dan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) dengan mengusung tema “Stay Smart. Stay Alert. Stay Resilient”.
Direktur BEI Umi Kulsum mengungkapkan bahwa pertumbuhan pesat jumlah investor di tanah air harus diimbangi dengan peningkatan pemahaman dan ketahanan dalam berinvestasi.
“Investor yang cerdas tidak hanya mengetahui cara membeli produk investasi, tetapi juga memahami manfaat dan risikonya; investor yang waspada selalu memverifikasi informasi dan menjaga keamanan datanya; sedangkan investor yang tangguh tetap disiplin serta tidak mengambil keputusan secara impulsif ketika pasar berfluktuasi,” ujar Umi dalam acara tersebut, Rabu (14/10/2026).
Umi menegaskan bahwa BEI berkomitmen untuk memastikan kemudahan akses pasar modal dibarengi dengan kecakapan masyarakat dalam mengambil keputusan keuangan yang bijak.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa semakin luasnya akses masyarakat ke pasar modal juga disertai kemampuan untuk mengambil keputusan investasi secara legal, logis, dan sesuai dengan tujuan serta profil risiko masing-masing,” tambah Umi.
Adapun inisiatif ini menjadi bagian dari kampanye tahunan World Federation of Exchanges (WFE) dan International Organization of Securities Commissions (IOSCO) yang diikuti oleh 62 bursa di seluruh dunia untuk meningkatkan literasi serta perlindungan investor.
Pentingnya penguatan literasi keuangan ini makin terdesak seiring melesatnya pertumbuhan investor. Hingga 8 Oktober 2026, jumlah investor pasar modal Indonesia telah menembus lebih dari 32 juta Single Investor Identification (SID).
Data KSEI per akhir September 2026 turut mencatat bahwa sebesar 53,41 persen dari total investor individu didominasi oleh kelompok usia di bawah 30 tahun.
Rangkaian acara diawali dengan keynote speech dari Kepala Departemen Pengawasan Lembaga Efek OJK Edi Broto Suwarno, seremoni Ring the Bell, serta sesi talk show interaktif yang menghadirkan perencana keuangan Prita Ghozie, komika Yudha Keling, dan content creator Theresa Tjandrawinata.
Diskusi tersebut membedah berbagai tips praktis bagi para investor muda, seperti memahami karakteristik produk, memverifikasi legalitas platform, menjaga kerahasiaan data pribadi, hingga mengelola emosi di tengah dinamika fluktuasi pasar.
Melalui edukasi berkelanjutan ini, BEI berharap dapat menciptakan fondasi pasar modal Indonesia yang lebih inklusif, kredibel, dan berkelanjutan. (Febrina Ratna Iskana)










