Lonjakan Harga Bensin Diprediksi Kerek Inflasi AS pada September 2026

Lonjakan Harga Bensin Diprediksi Kerek Inflasi AS pada September 2026

Terkini | idxchannel | Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:10
share

Lonjakan Harga Bensin Diprediksi Kerek Inflasi AS pada September 2026

IDXChannel - Inflasi konsumen Amerika Serikat (AS) kemungkinan memburuk pada September 2026, didorong antara lain oleh kenaikan harga bensin.

Dilansir dari AP, Departemen Tenaga Kerja AS akan merilis data inflasi konsumen terbaru pada Rabu (14/10/2026) pagi waktu setempat.

Menurut survei ekonom oleh perusahaan riset FactSet, indeks harga konsumen diperkirakan naik 3,6 persen bulan lalu dibandingkan dengan periode yang sama setahun sebelumnya, naik dari 3,4 persen pada Agustus.

Secara bulanan, indeks harga konsumen diperkirakan naik 0,6 persen bulan lalu, naik dari 0,4 persen pada Agustus dan merupakan lonjakan terbesar sejak April.

Angka-angka tersebut menggarisbawahi dampak yang masih terasa dari perang di Iran terhadap harga bensin. Konflik yang dimulai AS dan Israel pada Februari itu mengguncang pasar energi global.

Tidak termasuk kategori makanan dan energi yang fluktuatif, inflasi inti kemungkinan naik 2,5.persen secara tahunan pada September, sedikit naik dari 2,4 persen pada Agustus. 

Para pejabat Federal Reserve (The Fed) memantau data inflasi dengan cermat, guna menentukan apakah mereka perlu menaikkan suku bunga jangka pendek lebih lanjut.

Ketua The Fed Kevin Warsh mengatakan bulan lalu bahwa inflasi sulit kembali ke target dua persen, menyebabkan bank sentral menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam tiga tahun, menjadi sekitar 3,9 persen.

"Faktanya adalah inflasi terlalu tinggi dan sudah terlalu lama," kata Warsh dalam konferensi pers bulan lalu. 

Namun, beberapa pejabat kunci The Fed baru-baru ini menyatakan bahwa bank sentral dapat menunggu sebelum menaikkan suku bunga lagi. The Fed akan mengadakan pertemuan kebijakan pada 27-28 Oktober, tetapi sebagian besar investor Wall Street memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga bulan ini, sebelum melanjutkan kenaikan pada Desember. 

Dengan menaikkan biaya pinjaman, The Fed berharap dapat memperlambat pengeluaran dan pertumbuhan serta mendinginkan kenaikan harga. Namun sebagian besar inflasi saat ini berasal dari guncangan pasokan, terutama dampak perang di Iran terhadap pasokan minyak dan gas, dan suku bunga yang lebih tinggi tidak dapat mengatasi masalah tersebut.

Warsh mengatakan tujuannya adalah untuk mencegah lonjakan harga bensin merambah ke lebih banyak sektor ekonomi. Lonjakan harga bensin telah mendorong kenaikan harga tiket pesawat sekitar 23 persen dibandingkan tahun lalu. Harga bensin melonjak sekitar sembulan persen dari Agustus hingga September, peningkatan besar yang akan mendorong lonjakan inflasi secara keseluruhan. 

(Wahyu Dwi Anggoro)

Topik Menarik