Haji Isam Perluas Bisnis TEBE ke BBM, Valuasi Saham Tembus 90 Kali Laba
IDXChannel - PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) mulai menyiapkan langkah diversifikasi bisnis di luar jasa logistik batu bara dengan menjajaki perdagangan bahan bakar minyak (BBM).
Rencana tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang dinilai mendorong lonjakan saham TEBE hingga sekitar 56 persen dalam sebulan terakhir.
Trimegah Research Team dalam riset yang terbit pada 12 Oktober 2026 menyebut kenaikan saham TEBE terutama dipicu respons positif pasar terhadap paparan publik terbaru perseroan.
Dalam paparan tersebut, TEBE mengungkap strategi untuk memperluas bisnis di luar batu bara, termasuk dengan menambah lini perdagangan bahan bakar.
TEBE merupakan perusahaan penyedia infrastruktur logistik batu bara di Kalimantan Selatan yang dikendalikan oleh pengusaha Samsudin Andi Arsyad atau Haji Isam melalui PT Dua Samudera Perkasa (DSP). DSP saat ini menguasai 76,91 persen saham TEBE.
Secara bisnis, TEBE memiliki jalan angkut khusus sepanjang 46 kilometer serta pelabuhan batu bara seluas 30 hektare di Sungai Barito dengan kapasitas pemuatan hingga 18 juta ton per tahun. Perseroan juga mengoperasikan empat jalur jetty-conveyor dan armada alat berat.
TEBE tidak memiliki bisnis pertambangan batu bara, melainkan menyediakan infrastruktur yang dibutuhkan produsen batu bara.
Pelabuhan perseroan melayani sekitar 50 konsesi tambang, dengan jasa pelabuhan menyumbang sekitar 88 persen pendapatan, sementara sisanya terutama berasal dari jasa angkutan melalui jalan hauling.
Dengan model bisnis tersebut, kinerja TEBE sangat bergantung pada volume batu bara dan kuota Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) para pelanggan.
Tekanan terhadap bisnis inti terlihat pada semester I-2026. Laba TEBE turun 28 persen secara tahunan menjadi Rp28 miliar, sementara gross profit margin (GPM) merosot menjadi 15,1 persen dari 30,6 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Trimegah menduga penurunan tersebut dipengaruhi oleh lebih rendahnya kuota batu bara pada 2026 serta kenaikan biaya pelabuhan dan fasilitas, yang sebagian berkaitan dengan meningkatnya harga bahan bakar global.
Di tengah tekanan tersebut, TEBE mulai membuka opsi bisnis baru melalui perdagangan bahan bakar. Perseroan telah mengajukan izin perdagangan bahan bakar melalui PT Talenta Bumi Energi (TBE), anak usaha yang dimiliki TEBE sebesar 99,96 persen.
Berdasarkan laporan tahunan perseroan, TBE didirikan untuk menjalankan kegiatan perdagangan besar bahan bakar padat, cair, dan gas beserta produk terkait.
Namun, hingga akhir 2025, perusahaan tersebut belum memulai kegiatan komersial.
Selain perdagangan bahan bakar, TEBE juga tengah mengkaji pemanfaatan pelabuhannya untuk menangani kargo di luar batu bara.
Manajemen menyebut pelabuhan tersebut dapat digunakan untuk mengangkut barang terkait energi maupun kebutuhan operasional lainnya, dengan catatan seluruh perizinan yang diperlukan telah diperoleh.
Pada tahap awal, diversifikasi tersebut akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan internal grup. Langkah ini ditujukan untuk membuat rantai pasok lebih andal sekaligus meningkatkan efisiensi.
Perseroan baru mempertimbangkan untuk melayani pelanggan pihak ketiga pada tahap berikutnya.
Meski demikian, rencana ekspansi tersebut masih berada pada tahap kajian.
TEBE masih mengevaluasi potensi pasar, kesiapan aset, hingga kelayakan finansial dan belum menetapkan rencana bisnis maupun jadwal implementasi yang jelas.
Di sisi lain, valuasi saham TEBE dinilai sudah mencerminkan optimisme pasar yang tinggi.
Trimegah mencatat TEBE saat ini diperdagangkan pada sekitar 90 kali annualized price to earnings ratio (P/E) FY2026 dan 3,4 kali price to book value (P/BV), jauh di atas perusahaan sejenis.
Menurut Trimegah, tingginya harga saham tersebut mencerminkan optimisme pasar terhadap prospek transformasi bisnis TEBE.
Meski belum memberikan rekomendasi resmi karena tidak meng-cover saham TEBE, Trimegah menyatakan akan terus memantau perkembangan strategi diversifikasi perseroan. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.










