Fitch Pertahankan Rating Tertinggi AAA(idn) BTN, Program 3 Juta Rumah Jadi Pilar Utama
IDXChannel - Fitch Ratings Indonesia kembali mempertahankan peringkat nasional jangka panjang PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) pada level tertinggi AAA(idn) dengan prospek (Outlook) Stabil. Posisi strategis BTN sebagai penyalur utama pembiayaan perumahan nasional, termasuk akselerasi Program 3 Juta Rumah, menjadi pilar utama penopang penilaian tersebut.
Fitch menilai peran BTN di industri pembiayaan perumahan sudah mengakar kuat. Hingga akhir Juni 2026, BTN menguasai sekitar 38 persen pangsa pasar KPR nasional dan mendominasi penyaluran KPR subsidi dengan pangsa pasar mencapai 81 persen.
Corporate Secretary BTN (BBTN) Ramon Armando mengatakan, dipertahankannya peringkat tertinggi ini makin mengukuhkan kapasitas perseroan dalam menopang pembiayaan perumahan nasional.
“Dipertahankannya rating AAA(idn) dengan Outlook Stable merupakan kepercayaan yang sangat penting bagi BTN. Kepercayaan ini tentunya harus kami jaga dengan terus memperkuat peran BTN dalam memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan perumahan, sekaligus memastikan perseroan tumbuh secara sehat dan berkelanjutan,” ujar Ramon dalam keterangannya, Senin (5/10/2026).
Fitch menekankan adanya probabilitas tinggi atas dukungan pemerintah kepada BTN jika diperlukan. Penilaian ini didasari oleh status kepemilikan mayoritas pemerintah, peran kebijakan BTN yang krusial di sektor perumahan, serta posisinya sebagai bank komersial terbesar kelima di Indonesia.
BTN juga telah ditetapkan regulator sebagai bank berdampak sistemik domestik (Domestic Systemically Important Bank/D-SIB) dengan porsi aset sekitar 3,8 persen dari total industri perbankan per Juni 2026.
Fitch menambahkan, potensi gangguan terhadap fungsi BTN berisiko memberikan dampak signifikan bagi sektor properti serta stabilitas sosial ekonomi masyarakat.
“Posisi BTN sebagai pemimpin pasar KPR tentunya membawa tanggung jawab yang besar. Kami ingin memastikan bahwa skala bisnis yang semakin besar juga diikuti kemampuan yang semakin kuat untuk melayani kebutuhan pembiayaan perumahan masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah,” kata Ramon.
Selain peringkat jangka panjang, Fitch mempertahankan peringkat surat utang senior tanpa jaminan (senior unsecured debt) BTN pada AAA(idn) serta National Short-Term Rating pada F1+(idn).
Peringkat AAA(idn) mengindikasikan tingkat risiko gagal bayar paling rendah di Indonesia, sementara F1+(idn) mencerminkan kapasitas likuiditas terkuat dalam memenuhi kewajiban jangka pendek secara tepat waktu.
Pencapaian ini melanjutkan tren positif pemeringkatan BTN dalam tiga tahun terakhir, di mana rating perseroan naik dari AA+ pada 2024 menjadi AAA pada 2025, dan sukses dipertahankan pada 2026.
Menurut Ramon, raihan rating ini penting untuk menjaga tingkat kepercayaan pasar pemodal serta memperluas kapasitas pendanaan (funding) perseroan. Hingga September 2026, posisi pendanaan grosir (wholesale funding) BTN mencapai Rp52,29 triliun, melesat dibanding posisi Januari 2026 yang sebesar Rp40,74 triliun.
Untuk memperkuat diversifikasi pendanaan, BTN menerbitkan Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Bank BTN Tahap II Tahun 2026 bernilai Rp2 triliun.
Penerbitan ini terbagi menjadi dua seri, yaitu Seri A bernilai Rp950 miliar dengan tenor 370 hari dan tingkat kupon 7,05 persen, serta Seri B bernilai Rp1,05 triliun dengan tenor 3 tahun dan tingkat kupon 7,25 persen.
Langkah fleksibilitas pendanaan ini ditujukan agar perseroan memiliki ketahanan struktur modal dalam menyerap permintaan pembiayaan hunian masyarakat.
“Kepercayaan investor menjadi modal penting bagi BTN untuk terus memperkuat kapasitas pendanaan. Dengan akses pendanaan yang semakin luas, kami optimistis dapat memperbesar kontribusi BTN dalam mendukung Program 3 Juta Rumah dan membuka akses pembiayaan hunian bagi lebih banyak keluarga Indonesia,” kata Ramon.
(Dhera Arizona)










