S&P Ditutup Stagnan dan Nasdaq Cetak Rekor Imbas Saham Sektor Keuangan hingga Harga Minyak
IDXChannel - Wall Street pada Selasa (22/9/2026) menghentikan reli gemilang dari sesi sebelumnya dengan kinerja yang cenderung datar hingga bervariasi, karena penurunan saham sektor keuangan diimbangi oleh kekuatan berkelanjutan di sektor teknologi dan harga minyak yang tidak banyak bergerak.
Indeks acuan S&P 500 berakhir hampir tidak berubah di level 7.763,26 poin, sementara indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi naik 0,5 persen dan ditutup pada level 27.244,28 poin, mencetak rekor penutupan baru. Indeks blue-chip Dow Jones Industrial Average turun 0,4 persen dan berakhir di level 51.863,80 poin.
Faktor geopolitik tetap menjadi perhatian utama para investor seiring dimulainya debat tingkat tinggi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato yang menyatakan bahwa AS dan Iran akan mencapai kesepakatan setelah pemilihan umum paruh waktu.
Saham-saham AS telah melonjak pada sesi sebelumnya, mencatatkan kinerja terbaik sejak Agustus berkat reli pada perdagangan saham terkait kecerdasan buatan (AI).
"Indeks-indeks utama bergerak datar. Terdapat pergerakan pada tingkat saham individu saat tim Muse dari Meta mempromosikan #MuseMoneyChallenge. Mereka mengajak pengguna untuk meminta Muse mencari potensi penghematan dalam berbagai layanan berlangganan mereka (seperti streaming, asuransi, keanggotaan gym, dan layanan pialang). Hal ini memicu pergerakan pada saham-saham individu di berbagai industri," ujar kepala strategi pasar di Jones Trading, Michael O’Rourke, kepada Investing.com.
"Pergerakan harga minyak masih dipengaruhi oleh pemberitaan utama, di mana investor berharap munculnya prospek perdamaian dengan Iran selama pertemuan PBB berlangsung," tambahnya.
Demam Muse
Perdagangan saham terkait AI mendapat dorongan semangat dari optimisme seputar Muse, model AI baru dari Meta Platforms yang dengan cepat meraih popularitas sejak dirilis awal bulan ini dan saat ini menjadi aplikasi gratis teratas di Apple App Store.
Beban Utang G7 Memuncak: AS Tembus Rp707 Ribu Triliun, Suku Bunga Global Ancam Keuangan Dunia
Berbeda dengan chatbot percakapan konvensional, asisten agen seperti Muse menjalankan tugas otonom yang melibatkan banyak langkah—seperti memesan perjalanan, mengelola kalender, dan melakukan pembelian e-commerce—di latar belakang atas nama pengguna.
Asisten AI konsumen ini kemungkinan besar akan menjadi sorotan utama dalam acara Meta Connect 2026 milik induk perusahaan Facebook tersebut pada Rabu dan Kamis.
Sementara itu, #MuseMoneyChallenge telah menjadi tren viral. Kepala bidang AI Meta, Alexandr Wang, awal bulan ini mengajak konsumen untuk mencoba tantangan tersebut, di mana mereka meminta asisten Muse mereka untuk menghasilkan atau menghemat uang sebesar USD1.000 dengan usaha minimal.
"Terkait AI, narasi telah berubah dalam beberapa hari terakhir seiring lonjakan unduhan Muse yang memicu perbincangan bahwa produk ini akan membuat agen pribadi menembus pasar konsumen arus utama, meskipun belum jelas apakah Meta dapat mempertahankan keunggulannya (alat agen pribadi dari pihak lain sudah tersedia, dan kemungkinan alat baru akan segera hadir dalam beberapa minggu mendatang)," ujar Adam Crisafulli dari Vital Knowledge.
Saham Kelas A Meta melonjak lebih dari 11 persen pada Senin, mencatatkan sesi terbaiknya sejak April 2025, sebagian didorong oleh daya tarik Muse. Saham-saham seperti AMD dan Intel juga menguat, mengingat perusahaan-perusahaan ini memproduksi unit pemrosesan pusat (CPU) yang krusial bagi agen AI. Indeks Semikonduktor Philadelphia (SOX), yang melacak kinerja industri pembuatan chip, naik 4,3 persen.
Indeks SOX ditutup naik 2,1 persen pada Selasa, sementara sektor teknologi S&P 500 menguat 0,6 persen.
Trump Sebut Kesepakatan AS-Iran akan Tercapai setelah Pemilu Sela
Beralih ke geopolitik, pidato Trump di Sidang Umum PBB di New York menarik perhatian. Ia menyatakan bahwa Washington dan Teheran akan mencapai kesepakatan setelah pemilihan umum sela AS pada November mendatang. Ia menambahkan bahwa Iran sedang menunggu untuk melihat kinerjanya, namun ia menegaskan sama sekali tidak memercayai hasil jajak pendapat terkait konflik yang sedang berlangsung dengan negara tersebut.
Pendaftaran Calon Mitra Magang Nasional Dibuka, Perusahaan Bisa Daftar hingga 31 Agustus 2026
"Saya harus mengambil keputusan besar. Akankah kesepakatan dibuat dengan Iran yang memungkinkan mereka bangkit kembali dan menciptakan negara yang jauh lebih hebat daripada sebelumnya? Atau haruskah saya memusnahkan Republik Islam tersebut dan melakukannya dengan cepat. Haruskah saya mencampakkan mereka ke neraka tanpa peluang untuk bertahan hidup dan tanpa harapan akan kejayaan atau generasi masa depan?" ujar Trump.
Meskipun Menteri Luar Negeri dan Presiden Iran telah tiba di New York untuk menghadiri pertemuan tersebut, mereka tidak hadir saat Trump menyampaikan pidatonya. Menjelang debat di Majelis Umum, sempat muncul harapan bahwa Trump akan berbicara dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, menyusul laporan media yang mengutip pernyataannya bahwa ia "terbuka" terhadap langkah tersebut.
Sebelumnya, Kyodo News melaporkan bahwa Iran telah menawarkan untuk membuka kembali Selat Hormuz yang krusial dalam waktu tujuh hari sebagai imbalan atas deeskalasi militer AS.
Harga minyak turun pada Selasa, melanjutkan tren penurunan yang terus berlanjut, karena pelaku pasar merasa lega dengan langkah Arab Saudi untuk mengimbangi penutupan Pipa Timur-Barat yang vital; pipa tersebut rusak di tengah konflik yang meluas dengan kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman.
Kerajaan tersebut telah mengambil langkah-langkah seperti meningkatkan ekspor dari pantai timur dan mengizinkan transfer muatan antarkapal di lepas pantai Oman untuk menutupi hilangnya kapasitas akibat penutupan pipa itu.
Menurut data pelayaran Kpler, enam kapal tanker minyak mentah berukuran sangat besar (VLCC) memuat hampir 12 juta barel minyak di pelabuhan-pelabuhan wilayah timur Arab Saudi di Ras Tanura dan Juaymah pada Senin, yang menggarisbawahi betapa cepatnya aliran minyak mentah menyesuaikan diri dengan tekanan di sekitar Selat Hormuz.
Milisi Houthi yang didukung Iran dan pasukan yang berpihak pada Arab Saudi di Yaman telah bertempur memperebutkan wilayah yang menguasai Selat Bab el-Mandeb, jalur perairan vital yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden. Arab Saudi telah mengandalkan jalur ini untuk menyalurkan ekspor minyak ke pasar global sejak penutupan efektif Selat Hormuz awal tahun ini.
Para pengamat geopolitik juga bersiap menyambut kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Washington pada Kamis—sebuah agenda yang sangat dinanti—yang menandai kunjungan kenegaraan pertamanya ke AS selama masa jabatan kedua Presiden Donald Trump.
Kedua pemimpin diperkirakan membahas berbagai topik, termasuk kekhawatiran terkini mengenai keamanan kecerdasan buatan (AI), serta kemungkinan perpanjangan gencatan senjata perdagangan sementara yang akan berakhir pada bulan November. (Febrina Ratna Iskana)









