Mengenal Obat Etomidate, Dokter Beberkan Risiko Penyalahgunaannya untuk Isian Vape

Mengenal Obat Etomidate, Dokter Beberkan Risiko Penyalahgunaannya untuk Isian Vape

Terkini | idxchannel | Senin, 21 September 2026 - 10:20
share

IDXChannel—Etomidate adalah zat yang sering kali disalahgunakan sebagai bahan cairan isian vaporizer atau rokok elektrik. Polri telah beberapa kali membongkar kasus produksi dan perdagangan etomidate sejak awal tahun.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (Kardiologi), dr. Fajri Adda’i, memberikan penjelasannya terkait penyalahgunaan bahan kimia tersebut di akun Instagram pribadinya.  

Berdasarkan penjelasan dr. Fajri, rupanya etomidate pada dasarnya adalah senyawa obat medis yang biasa digunakan dalam prosedur pembiusan. Zat anestesi medis tersebut idealnya disuntikkan secara medis ke dalam pembuluh darah (intravena). 

Sehingga, etomidate sejatinya bukan untuk dikonsumsi dengan cara dihirup melalui perangkat vaporizer. 

"Biasanya diberikannya bentuknya IV (intravena). Tapi kalau di vape dihirup-hirup gitu. Makanya vape dilarang, salah satunya karena bisa dicampur bahan-bahan seperti Etomidate atau misalnya marijuana gitu," lanjut dia.

Menghirup etomidate melalui rokok elektrik membawa risiko kesehatan yang fatal. Karena digunakan secara ilegal tanpa pengawasan medis, kadar atau dosis zat tersebut menjadi sama sekali tidak terukur.

dr. Fajri memaparkan sejumlah dampak buruk yang mengintai penggunanya, mulai dari penurunan kesadaran hingga efek fatal pada fungsi organ vital.

"Apa dampaknya? Dampaknya nomor satu, dia memang efeknya bisa membuat tertidur, kemudian bisa penurunan kesadaran, kemudian kalau misalnya enggak digunakan baik bisa halusinasi," tutur dr. Fajri.

Lebih lanjut, ia memperingatkan bahwa pemakaian dosis yang tidak terkontrol dapat menekan sistem pernapasan dan kerja jantung.

"Misalnya, dosisnya tidak terukur, bisa menyebabkan penurunan kesadaran, penurunan saluran napas, penekanan saluran napas, penekanan paru, penekanan jantung, dan menjadi bermasalah. Bisa meninggal pada kemudian hari, bisa mengalami gangguan adrenal. Dosisnya enggak terkontrol," tegas dia.

Maraknya praktek pencampuran bahan anestesi dan zat terlarang lainnya ke dalam cairan vape menjadi alasan utama mengapa berbagai negara di dunia memperketat aturan rokok elektrik.

"Itulah kenapa vape dan sejenisnya nih e-cigarette itu banyak dilarang di berbagai negara, 40 negara di dunia termasuk di ASEAN karena memang efek sampingnya berbahaya," terang dr. Fajri.

Maka dari itu, ia pun mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan bahaya penyalahgunaan obat-obatan demi mencegah terulangnya kasus kematian akibat konsumsi zat berbahaya.

(Nadya Kurnia)

Topik Menarik