Harga Minyak Turun usai Trump Buka Peluang Temui Presiden Iran

Harga Minyak Turun usai Trump Buka Peluang Temui Presiden Iran

Ekonomi | idxchannel | Senin, 21 September 2026 - 10:20
share

IDXChannel - Harga minyak turun ke level terendah dalam lebih dari seminggu pada Senin (21/9/2026), di tengah harapan akan upaya diplomasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Dilansir dari The Business Times, pasar juga mengamati pemulihan sebagian pengiriman minyak mentah dari Arab.

Kontrak berjangka minyak mentah Brent dan West Texas Intermediate (WTI) menyentuh level terendah sejak 10 September pada Senin pagi.

Brent berada di USD101,71 per barel pada pukul 02.13 GMT, turun USD2,16 atau 2,08 persen. Sebelumnya, harga minyak patokan internasional itu turun 0,91 persen pada Jumat.

Sementara itu, minyak mentah WTI AS turun USD2,15, atau 2,14 persen menjadi USD98,15 per barel setelah penurunan 1,58 persen pada sesi sebelumnya.

"Ada harapan bahwa jalur diplomatik untuk meredakan perang AS-Iran mungkin akan terwujud minggu ini," kata Kepala Analis Pasar KCM Trade Tim Waterer.

"Apakah harapan itu terbukti benar atau tidak adalah pertanyaan lain. Waktu akan menjawabnya," katanya.

Washington dan Teheran saling melontarkan ancaman baru akhir pekan lalu. Namun, Presiden AS Donald Trump membuka peluang untuk bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York minggu ini.

Serangan kelompok Houthi terhadap pipa minyak Timur-Barat milik Arab Saudi Saudi mendorong Negeri Petrodolar tersebut untuk meningkatkan ekspor melalui Selat Hormuz bulan ini dan bulan depan.

Hal itu memungkinkan ekspor minyak negara tersebut pulih hingga lebih dari 4 juta barel per hari (bph) sejauh ini pada  September setelah merosot menjadi 2,4 juta bph pada Agustus, terendah sejak setidaknya tahun 2013, menurut data sementara dari perusahaan riset Kpler.

"Aliran minyak Timur Tengah tetap sangat kuat meskipun terjadi gangguan pada pipa minyak Timur-Barat Arab Saudi," kata analis JPMorgan dalam sebuah catatan.

Angkanya mencapai 17,1 juta bph dalam 10 hari terakhir, hanya 6,1 juta bph di bawah rata-rata 2025.

Data satelit menunjukkan bahwa minyak Arab Saudi yang melewati Selat Hormuz rata-rata mencapai 2,9 juta bph selama enam hari terakhir, naik dari hanya 700.000 bph pada Agustus. (Wahyu Dwi Anggoro)

Topik Menarik