Wall Street Pekan Depan: Komentar Pejabat The Fed hingga Pertemuan Trump-Xi Jinping Jadi Sorotan

Wall Street Pekan Depan: Komentar Pejabat The Fed hingga Pertemuan Trump-Xi Jinping Jadi Sorotan

Ekonomi | idxchannel | Sabtu, 19 September 2026 - 19:32
share

IDXChannel - Investor saham AS pekan depan akan mencermati arah suku bunga, ketegangan di Timur Tengah, serta seruan baru untuk memperlambat perkembangan AI, sembari menilai apakah indeks saham mampu mencetak rekor tertinggi baru.

Pasar masih terus mencermati keputusan Federal Reserve (The Fed) yang menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam tiga tahun, sebagai upaya menekan inflasi yang masih berada di atas target. 

Meski kenaikan suku bunga tersebut telah diperkirakan secara luas, investor masih belum mendapat kepastian mengenai seberapa banyak kenaikan yang mungkin dilakukan bank sentral AS tersebut pada akhirnya dan dampaknya terhadap imbal hasil US Treasury yang terus meningkat.

Pergerakan saham dalam beberapa pekan terakhir dipengaruhi oleh kenaikan imbal hasil Treasury dan lonjakan harga minyak di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah. 

“Level 5 persen untuk imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun dan USD100 per barel untuk harga minyak masih menjadi batas psikologis bagi pasar, “ kata kepala strategi pasar di B. Riley Wealth Art Hogan dilansir Reuters, Sabtu (19/9/2026).

Menurut Hogan, ketika kedua indikator tersebut berada di bawah level itu, pelaku pasar masih bisa bernapas lega sejenak dan kembali lebih aktif berinvestasi. 

Namun ketika keduanya naik melewati level tersebut, pasar menganggap hambatan tersebut terlalu berat untuk diatasi.

Komentar Pejabat The Fed dan Petunjuk Suku Bunga

Kenaikan suku bunga, yang berpotensi meningkatkan biaya pinjaman dan memperlambat perekonomian, dapat menjadi tantangan bagi pasar saham. Namun, keputusan The Fed pada Rabu sebagian besar sudah diperhitungkan pasar sebelum pertemuan berlangsung.

Keputusan tersebut juga dipandang investor sebagai ujian kredibilitas bagi Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh, untuk melihat apakah bank sentral akan tetap menaikkan suku bunga meski Presiden Donald Trump berulang kali menyerukan penurunan suku bunga. Trump memilih Warsh untuk memimpin The Fed.

“Kami berhasil melewati salah satu rintangan penting,” kata kepala strategi perdagangan di Charles Schwab, Joe Mazzola.

Kini investor akan mencermati tanda-tanda kapan The Fed mungkin kembali menaikkan suku bunga. Kontrak futures suku bunga Fed pada Kamis malam menunjukkan peluang yang kurang lebih berimbang bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga pada pertemuan berikutnya pada Oktober, tepat sebelum pemilu paruh waktu AS.

Setelah pertemuan The Fed pekan ini, sejumlah pejabat bank sentral diperkirakan menyampaikan pernyataan pekan depan. Setiap petunjuk mengenai rencana The Fed dalam siklus kenaikan suku bunga ini akan sangat berharga, terutama karena Warsh sendiri telah menyatakan keinginannya untuk menghindari pemberian panduan mengenai arah suku bunga ke depan.

“Dengan minimnya panduan, yang kini benar-benar menjadi kondisi normal di bawah Ketua Warsh, menurut saya menjadi semakin penting untuk menggali pandangan dari para pejabat yang bersedia berbicara,” kata Hogan.

Pertemuan Trump - Xi Jinping

Investor juga akan memantau rencana kunjungan Presiden China Xi Jinping ke AS, termasuk pertemuan dengan Trump yang diperkirakan berlangsung pada Kamis.

Di antara berbagai isu hubungan kedua negara, investor mengatakan perlombaan pengembangan AI dan pembatasan terkait semikonduktor dapat berdampak pada pasar, terutama saham teknologi. Sektor teknologi menyumbang 38 persen dari S&P 500. Meski telah naik lebih dari 20 persen sepanjang 2026, sektor tersebut telah melemah sejak awal Juni.

AI juga menjadi perhatian setelah para pemimpin industri menyerukan perlambatan pengembangannya menyusul peringatan keras mengenai bahaya teknologi yang sedang berkembang tersebut. Kekhawatiran mengenai perlambatan itu sedikit membebani saham perusahaan semikonduktor yang menjadi pusat ledakan AI.

Investor masih mencari tanda-tanda yang lebih konkret sebelum menyimpulkan bahwa tema belanja AI yang telah mendorong kenaikan saham sepanjang tahun ini mulai bermasalah, termasuk kemungkinan langkah untuk memperketat regulasi industri tersebut.

S&P 500 secara umum bergerak mendatar dalam beberapa bulan terakhir, meski kinerja laba perusahaan secara keseluruhan kuat.

(NIA DEVIYANA)

Topik Menarik