Negosiasi AS-Iran Buntu, Harga Minyak Dunia Melonjak 4 Hari Beruntun
Harga minyak dunia naik selama empat hari perdagangan berturut-turut pada Rabu (19/8) di tengah kebuntuan perundingan Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah. Harga minyak Brent naik 0,3 menjadi USD91,28 per barel, sedangkan minyak West Texas Intermediate (WTI) menguat 0,4 menjadi USD85,31 per barel pada pukul 08.05 waktu Singapura.
"Kami tidak sedang melakukan pembicaraan dengan Iran," ujar Presiden AS Donald Trump dikutip dari livemint, dalam pernyataan yang kembali menegaskan bahwa belum ada kemajuan diplomatik antara Washington dan Teheran.
Baca Juga:Jika Trump Tingkatkan Eskalasi Perang, NATO Siap Hadapi Serangan Iran ke Eropa
Pernyataan tersebut memperkuat kekhawatiran pasar terhadap keberlanjutan gangguan pasokan energi di kawasan tersebut. Harga minyak mentah telah melonjak sejak konflik Timur Tengah pecah pada akhir Februari, sehingga meningkatkan tekanan terhadap inflasi global. Pasar energi juga menghadapi dampak perang Rusia-Ukraina yang semakin ketat setelah serangan terhadap sejumlah kilang minyak.
Kenaikan harga produk olahan minyak, terutama diesel, bahkan jauh melampaui kenaikan harga minyak mentah. Kondisi tersebut menambah beban pengendara, pengemudi truk, dan sektor industri yang bergantung pada bahan bakar diesel.AS berencana meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran untuk memaksa Teheran menyerah, sekaligus mempertahankan blokade terhadap sejumlah pelabuhan negara tersebut. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan paket sanksi baru yang lebih keras kemungkinan diumumkan pada pekan ini.Ketidakpastian juga meningkat setelah Uni Emirat Arab menyatakan akan menangguhkan seluruh perdagangan dan transaksi keuangan dengan Iran sebagai respons atas eskalasi di kawasan. UEA berada di seberang Teluk Persia dari Iran dan menjadi salah satu negara yang terdampak risiko terhadap jalur pelayaran.
Baca Juga:Harga Minyak Dunia Tembus USD88,52 per Barel, Melonjak 6 dalam Sepekan
Kebuntuan perundingan membuat status Selat Hormuz tetap tidak pasti. Hanya sedikit kapal yang melintasi jalur strategis yang menghubungkan produsen minyak di Teluk Persia dengan pasar global, sehingga pelaku pasar mengkhawatirkan pasokan energi dalam beberapa bulan mendatang.
Di Amerika Serikat, persediaan minyak mentah nasional, termasuk di pusat penyimpanan Cushing, Oklahoma, dilaporkan menurun secara moderat berdasarkan data American Petroleum Institute. Persediaan produk sulingan juga diperkirakan turun, sementara margin pengolahan minyak mentah menjadi bahan bakar di AS telah menembus US$100 per barel, level tertinggi sepanjang masa.










