Arab Saudi Temukan Mineral Tanah Jarang di Madinah, Ada 31 Ribu Ton Uranium

Arab Saudi Temukan Mineral Tanah Jarang di Madinah, Ada 31 Ribu Ton Uranium

Terkini | idxchannel | Selasa, 15 September 2026 - 15:40
share

IDXChannel - Arab Saudi menemukan 110 juta ton bijih yang mengandung mineral tanah jarang (rare earth) dan uranium di wilayah Madinah. Temuan tersebut berasal dari kegiatan eksplorasi dan studi geologi di kawasan Jabal Sayid.

Penemuan itu mencakup konsentrasi tinggi unsur tanah jarang, terutama unsur berat, serta konsentrasi uranium yang menjanjikan. Menteri Energi Arab Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Salman mengungkapkan temuan tersebut dalam Sidang Umum ke-70 Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

"Eksplorasi dan studi geologi di proyek Jabal Sayid di Madinah mengungkap sumber daya yang diperkirakan sekitar 110 juta ton bijih dengan konsentrasi tinggi mineral tanah jarang, terutama unsur berat, serta konsentrasi uranium yang menjanjikan," ujar Abdulaziz dalam konferensi umum IAEA dikutip dari Arab News, Selasa (15/9/2026).

Temuan itu diumumkan beberapa bulan setelah Amerika Serikat (AS) dan Arab Saudi meresmikan kerja sama energi nuklir untuk kepentingan sipil. Kesepakatan itu ditandatangani Menteri Energi AS, Chris Wright dan Abdulaziz pada 22 Juli 2026.

Departemen Energi AS menyebut kesepakatan tersebut menjadi landasan hukum bagi kemitraan bernilai miliaran dolar yang berlangsung selama beberapa dekade. Kerja sama itu juga memberikan akses lebih besar bagi perusahaan AS terhadap program energi nuklir sipil Arab Saudi.

Pengembangan sektor mineral kritis dan energi nuklir Arab Saudi semakin dipercepat setelah kunjungan Putra Mahkota Mohammed bin Salman ke AS pada November 2025. Kedua negara saat itu memperkuat kerja sama di sektor mineral kritis dan rantai pasok, termasuk melalui kemitraan antara perusahaan tambang negara Arab Saudi, Maaden, dan perusahaan AS, MP Materials.

Dalam kunjungan tersebut, kedua negara menyepakati Kerangka Strategis Kerja Sama terkait mineral kritis, logam, dan uranium. Berdasarkan kerangka tersebut, Departemen Pertahanan AS sepakat membiayai 49 persen pembangunan fasilitas pengolahan tanah jarang baru di Arab Saudi.

Maaden akan memegang 51 persen saham sekaligus menjadi pemegang kendali, sedangkan MP Materials saat ini mengoperasikan satu-satunya tambang dan fasilitas pengolahan tanah jarang di AS.

Jabal Sayid terletak sekitar 350 kilometer sebelah timur laut Jeddah di wilayah Madinah. Kawasan tersebut telah dikenal sebagai salah satu lokasi dengan cadangan mineral tanah jarang yang bernilai tinggi di dunia.

Berdasarkan analisis Center for Strategic and International Studies (CSIS), yang mengutip estimasi Kementerian Perindustrian dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi serta Maaden, Jabal Sayid diperkirakan menempati peringkat keempat secara global.

Lokasi tersebut diperkirakan memiliki 552.000 ton unsur tanah jarang berat, seperti disprosium dan terbium, serta 355.000 ton unsur tanah jarang ringan, termasuk neodimium dan praseodimium. Sementara sumber daya uranium di lokasi yang sama diperkirakan mencapai 31.000 ton.

Saudi Press Agency sebelumnya melaporkan nilai temuan unsur tanah jarang di Arab Saudi mencapai USD100 miliar pada November 2025, naik 90 persen dibandingkan 2018. Studi Saudi Geological Survey juga mengidentifikasi dua wilayah eksplorasi tahap lanjut dengan estimasi sumber daya mencapai 644 juta ton.

(Rahmat Fiansyah)

Topik Menarik