Elnusa (ELSA) Ungkap Strategi Dorong Pertumbuhan di Semester II-2026

Elnusa (ELSA) Ungkap Strategi Dorong Pertumbuhan di Semester II-2026

Ekonomi | idxchannel | Selasa, 8 September 2026 - 15:40
share

IDXChannel - PT Elnusa Tbk (ELSA) menyiapkan sejumlah strategi untuk mendorong pertumbuhan bisnis yang berkualitas di tengah transformasi industri energi. Strategi tersebut mencakup penguatan operational excellence, cost leadership, teknologi dan inovasi, serta optimalisasi sinergi dan solusi terintegrasi.

Strategi tersebut dipaparkan Elnusa dalam Public Expose Live 2026 seiring kinerja perseroan yang tetap solid pada Semester I-2026. Elnusa membukukan pendapatan usaha Rp7,58 triliun atau tumbuh 8,9 persen secara tahunan, EBITDA Rp862 miliar atau meningkat 16,2 persen, serta laba bersih Rp435 miliar atau tumbuh 29,2 persen.

Pertumbuhan profitabilitas yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan turut mendorong net profit margin (NPM) menjadi 5,73 persen. Kinerja tersebut juga ditopang arus kas dari aktivitas operasi sebesar Rp761 miliar, meningkat 16 persen, posisi kas Rp2,88 triliun, serta peringkat korporasi idAA+ dari PEFINDO.

Direktur Keuangan PT Elnusa Tbk, Nelwin Aldriansyah mengatakan, strategi perseroan tidak hanya diarahkan untuk mengejar pertumbuhan pendapatan, tetapi juga meningkatkan produktivitas dan profitabilitas.

“Elnusa terus memperkuat posisi sebagai strategic enabler dan efficiency partner melalui kapabilitas yang terintegrasi dari hulu hingga distribusi dan logistik energi beserta ekosistem pendukungnya. Dengan operational excellence sebagai fondasi, kami terus meningkatkan produktivitas aset, memperkuat teknologi dan inovasi, serta mengoptimalkan sinergi untuk menghadirkan solusi yang semakin efisien dan kompetitif,” ujar Nelwin dalam keterangan tertulis, Selasa (8/9/2026).

Dari sisi visibilitas bisnis, Elnusa memiliki carry forward contracts sebesar Rp18,8 triliun hingga akhir Semester I-2026. Nilai tersebut terdiri atas Rp9,5 triliun dari Jasa Hulu Migas Terintegrasi, Rp2,3 triliun dari Jasa Penunjang Migas, serta Rp7 triliun dari Penjualan Barang dan Jasa Distribusi dan Logistik Energi.

Portofolio kontrak tersebut memberikan visibilitas terhadap aktivitas bisnis perseroan ke depan, dengan realisasi pendapatan mengikuti jadwal, ruang lingkup, dan eksekusi masing-masing kontrak. Elnusa juga terus memperluas sumber pertumbuhan melalui pengembangan teknologi, inovasi, dan pasar.

Pada Semester I-2026, sekitar 22 persen pendapatan Elnusa telah berasal dari pelanggan pihak ketiga di luar ekosistem Pertamina Group. Pengembangan kapabilitas seperti teknologi akuisisi seismik Stryde, Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR), layanan geospasial Pertapixel, hingga Road Traffic Control (RTC) diarahkan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas sekaligus membuka peluang bisnis baru.

Elnusa juga mengandalkan kemampuan mengintegrasikan layanan di sepanjang rantai nilai energi, mulai dari geoscience & reservoir services, drilling & workover, well intervention, EPC dan operation maintenance, distribusi dan logistik energi, chemical services, marine support, fabrikasi, hingga data management dan ICT.

Kapabilitas tersebut memberikan ruang bagi perseroan untuk melakukan cross-bundling dan menawarkan solusi yang lebih komprehensif kepada pelanggan. Pengembangan infrastruktur melalui proyek Fuel Terminal Palaran berkapasitas 37.500 kiloliter dan Terminal LPG Kolaka berkapasitas 2 x 1.500 metrik ton juga menjadi bagian dari penguatan kapabilitas terintegrasi tersebut.

Untuk mendukung strategi pertumbuhan, Elnusa menjalankan investasi secara selektif dengan fokus pada peningkatan kapabilitas upstream, Coiled Tubing Unit, Cementing Unit, armada distribusi, infrastruktur Terminal LPG Kolaka, serta investasi untuk menjaga kapasitas dan produktivitas aset.

Di tengah transformasi industri energi, perseroan tetap menempatkan aspek HSSE dan tata kelola sebagai fondasi pertumbuhan. Elnusa mencatat TRIR sebesar 0,09, di bawah rata-rata TRIR IOGP Contractors sebesar 0,80, serta skor ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) sebesar 96,66 dengan predikat “Very Good”.

“Ke depan, Elnusa akan terus memperkuat operational excellence dan cost leadership, mengoptimalkan sinergi Elnusa Group, serta mengembangkan teknologi dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri. Dengan fundamental yang solid, portofolio kontrak yang kuat dan kapabilitas terintegrasi, kami melihat ruang untuk terus tumbuh secara sehat dan kompetitif, sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas industri serta ketahanan energi nasional,” pungkasnya.

(Rahmat Fiansyah)

Topik Menarik