Pakai AI dan Jualan Online Tak Jamin UMKM Sukses, Ini Penjelasan Kementerian

Pakai AI dan Jualan Online Tak Jamin UMKM Sukses, Ini Penjelasan Kementerian

Terkini | idxchannel | Kamis, 3 September 2026 - 18:44
share

IDXChannel—Banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan media sosial, marketplace, hingga berbagai aplikasi untuk menjalankan bisnis. Namun, pemanfaatan platform digital tidak menjamin membuat usaha benar-benar bertransformasi secara digital.

Pemerintah menilai masih ada anggapan bahwa UMKM yang sudah memiliki akun media sosial ,atau berjualan melalui marketplace, berarti sudah siap menghadapi era digital. Padahal, transformasi digital tidak sebatas menggunakan teknologi.

Asisten Deputi Pendampingan Inovasi dan Keberlanjutan Usaha Kementerian UMKM, Asep Abdulloh, menilai perubahan perilaku konsumen dan persaingan bisnis membuat UMKM kini tidak hanya berhadapan dengan kompetitor di wilayah sekitar. 

Teknologi membuka pasar yang lebih luas, tetapi secara bersamaan menuntut pelaku usaha untuk mampu beradaptasi lebih keras.

Digital transformation is not just about having social media, marketplace, or apps,” ujarnya saat Soft Launch dan Peluncuran Resmi Teman AI UMKMall pada Rabu (2/9/2026).

Transformasi digital seharusnya digunakan untuk menjawab kebutuhan nyata dalam bisnis. Misalnya memperluas pasar, meningkatkan efisiensi, memperbaiki pelayanan, hingga membuat usaha lebih berkelanjutan.

Karena itu, pelaku UMKM juga diminta tidak sekadar mengejar teknologi yang sedang populer, termasuk dalam penggunaan artificial intelligence (AI). Pemerintah mengingatkan pelaku usaha agar melihat terlebih dahulu persoalan yang paling penting untuk diselesaikan dalam.

Misalnya, ketika pelaku usaha kesulitan membuat konten secara rutin, AI dapat dimanfaatkan untuk membantu proses pembuatan dan distribusi konten. Jika persoalannya berada pada pengelolaan data penjualan, teknologi dapat digunakan untuk membantu membaca data dan menentukan strategi bisnis.

Begitu juga dengan pelayanan konsumen, administrasi maupun perencanaan usaha yang dapat dibantu dengan teknologi sesuai kebutuhan.

UMKM diminta tak hanya mengikuti AI hanya karena takut tertinggal tren. Namun, diharapkan dapat betul-betul menggunakan bantuan AI untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam menjalankan usaha.

Ukuran keberhasilan pemanfaatan AI bukan terletak pada seberapa canggih teknologi yang digunakan. Namun, pada seberapa besar dampaknya pemanfaatan AI pada usaha tersebut.

Penggunaan AI dapat disebut memberikan manfaat jika mampu membuat pekerjaan lebih cepat, menekan biaya, meningkatkan pelayanan, memperluas pasar, mendongkrak penjualan, atau membantu pelaku usaha mengambil keputusan dengan lebih baik.

Pemerintah juga mengingatkan bahwa pemanfaatan AI tetap membutuhkan pengawasan manusia, terutama terkait akurasi informasi, keamanan data, perlindungan konsumen dan etika.

Dengan begitu, transformasi digital bagi UMKM bukan sekadar menambah jumlah aplikasi atau platform yang digunakan. Yang lebih penting adalah memastikan teknologi benar-benar membantu menyelesaikan persoalan dan memberikan dampak bagi perkembangan usaha.


(Nadya Kurnia)

Topik Menarik