Indonesia dan India Perluas Kerja Sama Industri, Mulai dari Mobil Listrik hingga Chip

Indonesia dan India Perluas Kerja Sama Industri, Mulai dari Mobil Listrik hingga Chip

Terkini | idxchannel | Rabu, 26 Agustus 2026 - 04:50
share

IDXChannel - Indonesia dan India mencanangkan perluasan kerja sama strategis di sektor industri manufaktur, mulai dari pengembangan ekosistem kendaraan listrik hingga akselerasi transformasi industri digital.

Sebagai dua kekuatan ekonomi dengan pasar domestik yang luas dan basis manufaktur yang kokoh, kedua negara dinilai memiliki struktur industri yang saling melengkapi untuk memperkuat rantai pasok di kawasan Indo-Pasifik.

Peluang kolaborasi tersebut menjadi salah satu fokus utama dalam pertemuan bilateral antara Wakil Menteri Perindustrian RI Faisol Riza bersama Menteri Negara Perindustrian dan Perdagangan Pemerintah India Jitin Prasada di sela-sela perhelatan 10th BRICS Industry Ministers' Meeting di Jaipur, India, baru-baru ini.

Faisol Riza menekankan bahwa saat ini merupakan momentum yang tepat untuk membawa hubungan industri bilateral ke tataran yang lebih konkret, didorong oleh potensi pasar yang besar serta keterkaitan struktur industri kedua negara yang saling mengisi.

"Kami berharap ini dapat semakin mempererat hubungan kedua negara sekaligus membuka peluang kolaborasi industri yang lebih konkret, implementatif, dan saling menguntungkan," ujar Faisol Riza dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (25/8/2026).

Hubungan dagang kedua negara secara umum terus mencatatkan tren positif. Pada 2025, total nilai perdagangan Indonesia dan India mencapai USD23,16 miliar, dengan rincian ekspor Indonesia sebesar USD18,32 miliar dan impor senilai USD4,84 miliar. 

Kendati demikian, kinerja ekspor produk industri pengolahan nonmigas Indonesia ke India tercatat mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Isu ini menjadi salah satu agenda utama pembahasan bilateral untuk memperluas kembali akses pasar bagi produk-produk manufaktur asal Indonesia.

Dalam pertemuan yang dimaksud, pemerintah India merespons terbuka usulan kerja sama konkret yang disampaikan delegasi Indonesia pada sektor-sektor strategis, khususnya pengembangan industri hijau, ekosistem semikonduktor, dan industri agro. 

Di sisi lain, pihak India menyampaikan perhatian khususnya terhadap kebijakan pembatasan kuota impor Indonesia terhadap sejumlah produk asal India, yang nantinya akan diteruskan oleh pihak Indonesia kepada kementerian terkait.

Secara spesifik, Indonesia melobi India untuk memperluas kolaborasi pada industri semikonduktor yang memiliki peran strategis sebagai penopang berbagai sektor prioritas, mulai dari elektronika, otomotif, telekomunikasi, energi, hingga agenda transformasi digital. 

Pendorong transformasi industri digital ini difokuskan melalui penerapan teknologi otomatisasi, kecerdasan buatan, smart manufacturing, serta pengembangan pusat data untuk mendongkrak produktivitas dan daya saing industri kedua negara.

Pertemuan bilateral ini menjadi bagian dari upaya menyeluruh untuk memperluas kerja sama industri Indonesia dan India melalui instrumen investasi, pengembangan teknologi, ekspansi rantai pasok manufaktur, dan peningkatan daya saing. 

Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka ruang yang lebih luas bagi industri nasional untuk menembus pasar global, sekaligus memperkokoh posisi Indonesia sebagai mitra strategis India dalam pembangunan industri berkelanjutan. (Wahyu Dwi Anggoro)

Topik Menarik