Bahlil Sebut Program PLTS 100 GW Bakal Dikerjakan Bertahap Selama 3 Tahun

Bahlil Sebut Program PLTS 100 GW Bakal Dikerjakan Bertahap Selama 3 Tahun

Terkini | idxchannel | Rabu, 26 Agustus 2026 - 00:20
share

IDXChannel - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, target Presiden Prabowo untuk membangun 100 gigawatt (GW) Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) akan dikerjakan secara bertahap dalam kurun waktu tiga tahun.

Bahlil mengatakan percepatan program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Prabowi untuk mengoptimalkan sumber daya energi nasional sekaligus mewujudkan swasembada dan kedaulatan energi.

"Program PLTS ini begitu ini kita luncurkan, ini kita akan lakukan secara masif, Pak, dan dibagi menjadi tiga tahun," ujar Bahlil dalam acara Peluncuran Program PLTS 100 GWp di Bali, Selasa (25/8/2026).

Dalam pelaksanaan proyek 100 GW tersebut, pemerintah menyiapkan skema yang memungkinkan keterlibatan badan usaha maupun pemerintah. Bahlil mengatakan pemerintah akan terlebih dahulu mendorong pengembangan proyek melalui skema independent power producer (IPP).

Jika terdapat investor yang mampu menawarkan harga listrik secara kompetitif, proyek akan diberikan kepada IPP. Namun, apabila harga yang ditawarkan tidak kompetitif atau tidak ada pihak swasta yang berminat, pemerintah akan mengambil alih pengerjaan proyek.

"Kalau harganya kompetitif kita kasih IPP, kalau tidak kompetitif dan tidak ada yang mau maka kita akan ambil alih untuk dikerjakan oleh pemerintah lewat Danantara," kata Bahlil.

Skema tersebut, lanjut Bahlil, akan dijalankan dengan memperhatikan pembiayaan yang efisien, efektif, dan terjangkau sesuai arahan Presiden.

Program PLTS 100 GW sendiri memiliki nilai investasi yang diperkirakan mencapai sekitar USD73 miliar atau lebih dari Rp1.140 triliun. Pemerintah juga memperkirakan program tersebut dapat menciptakan sekitar 5,52 juta lapangan kerja dan memberikan efisiensi terhadap subsidi setiap tahun sebesar Rp73,9 triliun.

Selain itu, jika seluruh program dapat diimplementasikan, pembangunan PLTS 100 GW diproyeksikan mampu menurunkan emisi hingga 140 juta ton CO2 per tahun dengan nilai ekonomi karbon sekitar Rp6,31 triliun.

Bahlil menegaskan percepatan pembangunan PLTS merupakan hasil kerja bersama lintas kementerian dan lembaga. Ia menyebut Kementerian ESDM, PLN, Satgas Hilirisasi, hingga TNI dan Polri turut mendukung pelaksanaan program tersebut.

Pemerintah juga akan memanfaatkan tanah negara untuk mendukung pembangunan PLTS. Untuk proyek PLTS 1.000 megawatt (MW) di Bali, Bahlil memastikan seluruhnya akan menggunakan tanah negara sesuai arahan Presiden. (Wahyu Dwi Anggoro)

Topik Menarik