Laba Bank QNB Capai Rp29,6 Miliar, Melonjak 178 Persen hingga Juni 2026

Laba Bank QNB Capai Rp29,6 Miliar, Melonjak 178 Persen hingga Juni 2026

Terkini | idxchannel | Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:30
share

IDXChannel - PT Bank QNB Indonesia Tbk, anak usaha dari QNB Group mencatatkan laba bersih mencapai Rp29,6 miliar atau tumbuh 178 persen pada 30 Juni 2026.

Hal ini didukung momentum bisnis yang positif, penerapan strategi penetapan harga yang lebih disiplin, serta fokus yang berkelanjutan dalam menjaga kualitas portofolio.

Meskipun beroperasi di tengah volatilitas pasar keuangan global dan kondisi moneter yang ketat,

Bank tetap menjalankan strategi pertumbuhan yang seimbang dengan mengedepankan prinsip

kehati-hatian dalam pengelolaan risiko

Adapun total aset Bank tumbuh 9 persen mencapai Rp14,4 triliun pada 30 Juni 2026, dari Rp13,2 triliun pada akhir 2025. Sementara itu, pinjaman bruto tumbuh 2 persen mencapai Rp10,0 triliun dari Rp9,8 triliun pada akhir tahun lalu.

“Kinerja kami pada semester pertama 2026 menunjukkan bagaimana pertumbuhan yang disiplin dapat mendorong hasil yang berkelanjutan. Di tengah ketidakpastian global dan domestik, kami tetap fokus untuk tumbuh lebih kuat, mendorong bisnis yang lebih sehat melalui penerapan manajemen risiko yang lebih hati-hati, penyaluran pembiayaan yang lebih berkelanjutan, serta membangun relasi jangka panjang dengan para Nasabah,” ujar Drektur Utama PT Bank QNB Indonesia Tbk Nick Groene dikutip Selasa (18/8/2026).

Bank QNB Indonesia berada pada posisi yang tepat untuk menjadi penghubung antara pelaku usaha di Indonesia dengan pasar regional dan internasional, maupun sebaliknya. 

Dengan memadukan kekuatan jaringan internasional QNB Group, investasi yang berkelanjutan pada teknologi, serta kapabilitas sumber daya manusia, Bank terus berupaya untuk menciptakan nilai tambah dalam menjalankan bisnisnya.

Di sisi lain, rasio kredit bermasalah (nonperforming loan) Bank membaik ke level 1,84 persen pada H1/2026 dari 3,31 pada H1/2025 yang mencerminkan kehati-hatian Bank dalam melakukan penyaluran pinjaman dan pengelolaan risiko pinjaman yang efektif.

Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 4 persen mencapai Rp8,5 triliun, dari Rp8,1 triliun pada akhir 2025, tumbuh lebih cepat dibandingkan pinjaman dan mempertegas posisi likuiditas Bank.

Selama periode tersebut, Bank QNB Indonesia juga mempertahankan fondasi keuangan yang kuat. Rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) tetap berada pada level yang kokoh sebesar 53,85 persen, memberikan ruang yang memadai untuk mendukung pertumbuhan bisnis ke depan.

Sementara itu, rasio-rasio likuiditas lainnya juga masih berada di atas ketentuan minimum regulator dengan Liquidity Coverage Ratio mencapai 144,33 persen dan Net Stable Funding Ratio mencapai 129.83 persen.

Memasuki paruh kedua 2026, Bank akan terus berfokus pada pengembangan segmen corporate dan institutional banking dengan memperdalam hubungan dengan perusahaan-perusahaan besar, korporasi multinasional, serta badan usaha milik negara (BUMN), sambil tetap

menerapkan pengelolaan biaya dan risiko secara hati-hati.

Sebagai bagian dari strategi tersebut, Bank QNB Indonesia akan terus mengoptimalkan

kolaborasi dengan QNB Group, termasuk jaringan kantor cabang dan entitas anak usahanya di berbagai negara, untuk membuka lebih banyak peluang bisnis lintas negara (cross-border).

Seiring dengan pengembangan bisnis, Bank juga akan mendorong akselerasi kapabilitas teknologi sebagai bagian dari upaya transformasi bisnis, meningkatkan layanan nasabah, serta mendorong efisiensi operasional. Bank juga akan terus berinvestasi dalam pengembangan sumber daya manusia yang siap berkembang bersama Bank dan mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan.

(kunthi fahmar sandy)

Topik Menarik