Iran dan Oman Berencana Buka Rute Pelayaran Baru di Selat Hormuz
IDXChannel - Iran dan Oman menjajaki proposal untuk membuka rute pelayaran baru di Selat Hormuz.
"Kita menuju kesepahaman tentang rute yang dapat diterima oleh kedua belah pihak, bukan rute utara maupun rute selatan, tetapi rute yang menghormati hak kedaulatan kedua belah pihak dan melindungi kepentingan serta keamanan nasional kita," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei dalam sebuah wawancara dengan televisi pemerintah, dilansir dari Anadolu Agency pada Senin (3/8/2026).
Rincian rute baru tersebut belum jelas. Rute utara merupakan jalur yang saat ini dikelola Iran, sementara rute selatan terletak di perairan Oman.
Amerika Serikat (AS) mendorong kapal-kapal untuk menggunakan rute selatan agar dapat melintasi selat tanpa berkoordinasi dengan Iran. Langkah tersebut diprotes Teheran yang mengancam akan menyerang kapal yang menggunakan jalur itu.
Iran secara efektif mengendalikan Selat Hormuz, yang biasanya dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak global pada masa normal, sejak pecahnya perang dengan AS dan Israel pada 28 Februari.
Baqaei menambahkan, Amerika Serikat (AS) tidak memiliki peran apa pun dalam pembicaraan antara Iran dan Oman terkait pengelolaan Selat Hormuz.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengeklaim negaranya akan memulai kembali pembicaraan dengan Iran hari ini, namun pernyataan tersebut dibantah oleh Teheran.
"Kesepahaman antara Iran dan Oman tentang rute baru tidak ada hubungannya dengan apakah Selat Hormuz dibuka kembali atau tetap ditutup," katanya.
"Selat itu ditutup karena pelanggaran komitmen AS, blokade lautnya terhadap Iran, dan semua tindakan permusuhan yang telah dilakukan AS terhadap Republik Islam Iran selama ini," pungkasnya. (Wahyu Dwi Anggoro)









