Sejarah dan Profil INPEX Corporation, Perusahaan Jepang yang Terlibat di Proyek Blok Masela
IDXChannel—Simak profil INPEX Corporation, perusahaan migas asal Jepang yang mengoperasikan proyek gas abadi Blok Masela, lapangan gas bumi yang belum lama ini diresmikan oleh Prabowo Subianto.
Lapangan gas ini terletak sekitar 170-180 km barat data Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Laut Arafura, Maluku. Proyek pengembangannya berlangsung sejak cadangan gas ditemukan pada tahun 2000.
Namun, proyek sempat mengalami penyesuaian setelah konsepnya diubah, dari fasilitas terapung menjadi fasilitas darat. Blok Masela dioperasikan oleh INPEX Masela, yang merupakan anak usaha dari INPEX Corporation.
Lapangan gas ini dibangun dengan kapasitas produksi gas cair (LNG) sebanyak 9,5 juta ton per tahun. Adapun gas bumi yang dihasilkan mencapai 150 juta kaki kubik per hari, juga kondensat 35.000 barel per hari.
Dalam proyek ini, kepemilikan INPEX Masela mencapai 65 persen, lalu Pertamina Hulu Energi Masela sebesar 20 persen, dan PETRONAS Masela 15 persen. Sebelumnya, Shell pernah memiliki participating interest di sini, tetapi dilepas ke PHE Masela dan PETRONAS.
INPEX Corporation Telah Hadir Sejak Lama di Indonesia
Blok Masela bukanlah lapangan pertama yang dioperasikan oleh INPEX. Sebelumnya, perusahaan ini pernah mengoperasikan lapangan migas di Kalimantan Timur bersama TotalEnergies, yakni Blok Mahakam.
Melansir laman resmi INPEX Corporation (17/7/2026), berikut sejarah dan profil perusahaannya.
Pendahulu INPEX Corp, North Sumatra Offshore Petroleum Exploration Co., Ltd, didirikan pada 1966 untuk pengembangan sumber daya minyak di luar Jepang. Saat itu, perusahaan tersebut menjalin kontrak dengan Permina (pendahulu Pertamina).
INPEX Corporation yang saat ini berdiri merupakan hasil merger antara INPEX dan Teikoku Oil Company. Saat itu, Teikoku hanya menggarap lapangan migas dalam negeri (Jepang), sementara INPEX telah beroperasi di luar Jepang.
Merger kedua perusahaan yang diorkestrasi oleh pemerintah Jepang pada 2006 membentuk INPEX Holdings. Lalu proses merger rampung pada 2008, sehingga terbentuklah INPEX Corporation dari INPEX Holdings, INPEX, dan Teikoku Oil.
Jauh sebelum merger dengan Teikoki dan menjadi INPEX Corporation pada 2008, INPEX membangun Blok Mahakam mulai 1970. Lokasi itu adalah lapangan migas pertama yang dioperasikan oleh INPEX.
Tiga tahun kemudian, INPEX merambah ke Abu Dhabi dengan mengakuisisi Blok ADMA. Lalu pada 1977, nama ‘North Sumatra Offshore Petroleum Exploration Co., Ltd.’ diubah menjadi Indonesia Petroleum Ltd.
Tahun-tahun berikutnya, INPEX memperluas wilayah operasi hingga Kazakhstan, Australia, dan Indonesia. Tepatnya pada 1998, INPEX mulai masuk ke Masela. Lalu pada tahun 2000, INPEX menemukan lapangan gas abadi.
Pada 2026, lapangan gas tersebut diresmikan dan ditargetkan mulai berproduksi secepatnya. Hingga saat ini, selain beroperasi di Indonesia, INPEX Corporation memiliki proyek migas dan EBTK (renewable energy) di negara-negara lain.
Antara lain, Proyek LNG Ichthys di Australia, proyek EBTK di Norwegia dan Australia, dan Abu Dhabi. INPEX juga masih mengoperasikan sejumlah lapangan serta fasilitas migas di Jepang. Untuk proyek EBTK, INPEX menggarap proyek energi berbasis tenaga angin dan surya.
(Nadya Kurnia)










