Saham HRTA-ANTM Cs Tergelincir saat Harga Emas Jatuh di Bawah USD4.000

Saham HRTA-ANTM Cs Tergelincir saat Harga Emas Jatuh di Bawah USD4.000

Ekonomi | idxchannel | Kamis, 25 Juni 2026 - 10:20
share

IDXChannel – Sejumlah saham emiten tambang emas dan terkait logam mulia melemah pada perdagangan Kamis (25/6/2026), seiring harga emas spot tertekan ke bawah USD4.000 per troy ons akibat penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pukul 09.41 WIB, saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) mencatat penurunan terbesar di antara saham emas yang terpantau, yakni melemah 5,14 persen ke level Rp1.845 per unit.

Tekanan juga terjadi pada saham PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) yang turun 1,82 persen menjadi Rp2.700 per unit. Selanjutnya, saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) terkoreksi 1,55 persen ke Rp950 per unit.

Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) ikut melemah 0,87 persen, sementara PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) turun 0,49 persen menjadi Rp404 per unit.

Sementara itu, tidak seluruh saham sektor emas bergerak negatif. Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menguat 0,91 persen, sedangkan saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) naik 0,73 persen.

Pergerakan saham emiten emas terjadi setelah harga emas global kembali melanjutkan pelemahan pada Kamis. Harga emas spot turun 0,4 persen menjadi USD3.985,89 per troy, setelah sebelumnya menyentuh level terendah sejak November 2025.

Mengutip Reuters, pelemahan emas dipengaruhi oleh penguatan dolar AS yang mencapai level tertinggi dalam 13 bulan serta meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed. Dolar yang lebih kuat membuat emas menjadi kurang menarik bagi investor yang memegang mata uang lain.

Pasar kini menantikan rilis data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) AS, yang menjadi indikator pilihan The Fed dalam menentukan arah kebijakan moneter berikutnya. (Aldo Fernando)

Topik Menarik