IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.873, Asing Net Sell Rp1,17 Triliun

IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.873, Asing Net Sell Rp1,17 Triliun

Ekonomi | sindonews | Kamis, 25 Juni 2026 - 10:12
share

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah ke level 5.873 pada pembukaan perdagangan, Kamis (25/6/2026). Pelemahan indeks tidak bertahan lama, beberapa menit setelah bel pembukaan, IHSG terdorong ke zona hijau.

Hingga pukul 09.25 WIB, IHSG berhasil ke zona hijau di level 5.950. Pada awal sesi indeks bergerak dengan level tertingginya di 5.955, dan level terendah di 5.864. Tercatat 3,6 miliar lembar saham ditransaksikan dengan nilai Rp2,21 triliun.

Adapun pada awal sesi ini sebanyak 427 emiten mengalami penguatan, 152 emiten tertekan aksi jual, dan 380 sahamstagnan. Kapitalisasi pasar pada perdagangan sesi awal hari ini tembus Rp10.421 triliun.

Baca Juga: IHSG Ambruk 3,56 ke 5.883 Sore Ini, Tekanan Jual Hantam Nyaris Seluruh Sektor

Berdasarkan data perdagangan hingga pukul 09.28 WIB pada Selasa (24/6/2026), seluruh sektor mencatatkan penguatan. Sektor transportasi menjadi pemimpin penguatan dengan naik 2,47 persen atau bertambah 40,25 poin. Kinerja sektor ini jauh mengungguli sektor lain dan menunjukkan minat beli yang kuat pada saham-saham transportasi dan logistik.Di posisi berikutnya, sektor infrastruktur menguat 1,59, disusul energi yang naik 1,15 dan kesehatan sebesar 1,10. Sementara itu sektor primer, non-primer, keuangan, perindustrian, properti, barang baku, dan teknologi juga berada di zona hijau dengan kenaikan berkisar 0,75-1,06.

Pada jajaran saham dengan kenaikan tertinggi, PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) memimpin daftar top gainers setelah melonjak 24,24 ke level 1.230.

Di bawahnya terdapat PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) yang menguat 23,55 ke harga 2.990, serta reksa dana ETF Sinarmas Asset Management (XSSI) yang naik 19,35. Sementara itu PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk (RBMS) naik 16,98 dan PT Island Concepts Indonesia Tbk (ICON) menguat 14,89.

Baca Juga: Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026Di sisi lain, PT Pratama Widya Tbk (PTPW) menjadi saham dengan pelemahan terbesar setelah turun 14,90 ke level 1.285. PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) menyusul dengan penurunan 11,33, sementara ETF Ciptadana Asset Management (XCIS) terkoreksi 9,33. Selanjutnya PT Minahasa Membangun Hebat Tbk (HBAT) turun 8,33 persen dan PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) melemah 7,95 persen.

Transaksi yang dibukukan hingga akhir penutupan perdagangan kemarin, Rabu (24/6), investor domestik menjadi penopang utama pasar dengan nilai pembelian mencapai Rp10,68 triliun dan penjualan Rp9,51 triliun. Dengan demikian, investor domestik membukukan net buy sekitar Rp1,17 triliun.

Sebaliknya, investor asing masih mencatatkan tekanan jual dengan nilai pembelian Rp4,45 triliun dan penjualan Rp5,62 triliun, sehingga terjadi net sell sekitar Rp1,17 triliun.

Topik Menarik