RUPST, CBRE Kantongi Persetujuan Pemegang Saham Terkait Rights Issue
IDXChannel - PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Senin (25/5/2026). Salah satu agenda yang dibahas dalam rapat tersebut terkait pelaksanaan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I) atau rights issue perseroan.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (25/5/2026), dalam keputusan rapat, pemegang saham menyetujui pemberian kuasa dan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menyatakan realisasi jumlah saham yang akan diterbitkan dalam rangka PMHMETD I. Rights issue tersebut sebelumnya telah memperoleh persetujuan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 18 Desember 2025.
Persetujuan tersebut juga mencakup kewenangan untuk menjalankan berbagai tindakan yang diperlukan dalam proses pelaksanaan rights issue perseroan.
Berdasarkan informasi yang telah disampaikan sebelumnya, CBRE menargetkan penghimpunan dana hingga sekitar Rp1,91 triliun melalui penerbitan maksimal 12,76 miliar saham baru. Harga pelaksanaan rights issue berada pada kisaran Rp100-Rp150 per saham.
Perseroan menyampaikan dana hasil aksi korporasi tersebut akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan serta mendukung pengembangan dan ekspansi bisnis.
Di sisi perdagangan saham, pergerakan saham CBRE juga menjadi perhatian pelaku pasar. Pada sesi I perdagangan Senin (25/5/2026), saham CBRE sempat menyentuh level Rp1.050 per saham sebelum bergerak fluktuatif. Perseroan juga mengungkapkan sejumlah pihak yang direncanakan menjadi investor strategis dan standby buyer dalam aksi korporasi tersebut.
Direktur Utama CBRE Suminto Husin Giman mengatakan rights issue menjadi bagian dari langkah perseroan dalam memperkuat fundamental perusahaan sekaligus mendukung pengembangan bisnis jangka panjang, khususnya di sektor offshore support dan energi.
“Antusiasme investor yang cukup besar menjadi sinyal positif bagi perseroan. Kami melihat adanya kepercayaan pasar terhadap arah pengembangan bisnis dan strategi jangka panjang perusahaan,” ujar Suminto, dalam keterangannya, Senin (25/5/2026).
Manajemen menilai penguatan modal melalui rights issue diharapkan dapat mendukung transformasi bisnis perseroan dan pengembangan usaha ke depan.
(Shifa Nurhaliza Putri)










