Rupiah Sore Ini Anjlok ke Rp17.744 per Dolar AS, Terburuk Sepanjang Sejarah

Rupiah Sore Ini Anjlok ke Rp17.744 per Dolar AS, Terburuk Sepanjang Sejarah

Ekonomi | sindonews | Senin, 25 Mei 2026 - 16:32
share

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah ke level Rp17.744 pada perdagangan Senin (25/5/2026) rekor terlemah sepanjang sejarah. Pelemahan ini mencerminkan tekanan kuat dari kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah tercatat turun 27 poin atau sekitar 0,15 dibandingkan posisi sebelumnya, di tengah dinamika pasar keuangan yang masih diliputi ketidakpastian.

"Positifnya itu adalah pasar optimistis bahwa Amerika Serikat dan Iran semakin mendekati kesepakatan perdamaian," ujar pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi dalam risetnya, Senin (25/5/2026).

Baca Juga:Ancaman PHK 9.000 Karyawan Mengintai RI Tiga Bulan Lagi, Ratusan Sudah Diputus Kerja

Ia menjelaskan, sentimen global saat ini bergerak dalam dua arah, yakni optimisme terhadap potensi meredanya konflik geopolitik di Timur Tengah dan kekhawatiran atas risiko kegagalan kesepakatan tersebut. Menurutnya, isu sensitif seperti program nuklir Iran dan dana yang dibekukan masih menjadi ganjalan utama.

Selain faktor geopolitik, tekanan terhadap rupiah juga dipicu perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter bank sentral AS. Pejabat Federal Reserve mulai memberikan sinyal pengetatan (hawkish) jika inflasi belum terkendali, sehingga memperkuat dolar AS.

Di sisi lain, pasar juga menanti rilis sejumlah data ekonomi penting dari AS yang berpotensi meningkatkan volatilitas mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.Dari dalam negeri, Ibrahim menilai rupiah tidak mendapatkan sentimen positif meskipun harga minyak mentah dunia mengalami penurunan. Kekhawatiran terhadap pengelolaan defisit anggaran serta kebijakan tata niaga ekspor dinilai menjadi faktor penekan.

Baca Juga:Rupiah Pekan Depan Diramal Masih di Atas Rp17.000 per Dolar AS

Kebijakan pembentukan satu pintu perdagangan komoditas strategis juga disebut memicu sentimen negatif dari lembaga pemeringkat internasional, yang berpotensi memengaruhi kepercayaan investor terhadap aset Indonesia. "Kemungkinan besar rupiah ini masih akan terus mengalami pelemahan dan pelemahan ini kemungkinan akan berlanjut," kata Ibrahim.

Ia memproyeksikan pergerakan rupiah dalam waktu dekat masih akan fluktuatif dengan kecenderungan melemah di kisaran Rp17.740 hingga Rp17.800 per dolar AS, seiring tekanan eksternal dan domestik.

Topik Menarik