BI Optimistis Rupiah Kembali Stabil di Juli 2026 dengan Rata-rata Rp16.500 per Dolar AS
IDXChannel - Bank Indonesia (BI) optimistis nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali stabil memasuki Juli 2026 mendatang.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso mengatakan, bank sentral Indonesia telah all out dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah setelah melewati musim demand yang tinggi terhadap dolar AS. Ia pun optimistis rupiah akan kembali menguat sesuai dengan target yang telah ditetapkan, yakni di rentang Rp16.200 sampai dengan Rp16.800 per Dolar AS.
"BI masih optimis nilai tukar rupiah di tahun ini masih bisa mencapai rata-rata yang sudah ditargetkan yaitu Rp16.500 dengan rentang Rp16.200 sampai dengan Rp16.800," ungkap Denny dijumpai di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (18/5/2026).
Menurutnya, Bank Indonesia akan terus menjalankan tujuh langkah strategis untuk memperkuat rupiah, sambil mencermati perkembangan kondisi global yang masih penuh ketidakpastian.
Denny menjelaskan, ketegangan di Selat Hormuz telah mendorong harga minyak dunia naik hingga mencapai USD107 per barel.
Selain itu, meningkatnya persepsi inflasi global juga menyebabkan US treasury naik ke level 4,6-4,7 persen, sehingga memberikan tekanan terhadap mata uang banyak negara, termasuk rupiah.
"Kalau kita melihat per Mei ini banyak sekali negara yang melemah terhadap dolar AS. Dan tentunya tadi sebagaimana yang disepakati oleh Komisi XI dan juga Bank Indonesia, kita meyakini dengan fundamental ekonomi yang Indonesia yang baik, pertumbuhan yang baik, inflasi yang terkendali," lanjut Denny.
Ia pun menambahkan, stabilitas rupiah tidak hanya bergantung pada kebijakan Bank Indonesia, tetapi juga memerlukan sinergi seluruh pihak untuk memperkuat perekonomian nasional.
"Diperlukan sinergi dari berbagai pihak untuk bekerjasama dalam mereka memperkuat ekonomi negara Indonesia, termasuk juga nanti dengan memperkuat dan juga meningkatkan stabilitas nilai rupiah," kata dia.
(Febrina Ratna Iskana)










