Pengadilan Korsel Batasi Rencana Mogok Karyawan Samsung yang Ancam Produksi Chip

Pengadilan Korsel Batasi Rencana Mogok Karyawan Samsung yang Ancam Produksi Chip

Terkini | idxchannel | Senin, 18 Mei 2026 - 15:20
share

IDXChannel - Pengadilan di Korea Selatan pada Senin (18/5/2026) mengeluarkan keputusan yang membatasi rencana aksi mogok karyawan Samsung Electronics.

Dilansir dari Korea Herald, karyawan produsen chip tersebut berencana melakukan aksi mogok massal selama 18 hari mulai 21 Mei jika negosiasi upah gagal.

Pengadilan memerintahkan serikat pekerja untuk mempertahankan jumlah staf untuk pekerjaan keselamatan dan perlindungan fasilitas utama selama aksi mogok

Pengadilan Distrik Suwon juga memerintahkan serikat pekerja untuk tidak mengganggu pekerjaan yang diperlukan untuk mencegah kerusakan fasilitas dan penurunan kualitas produk.

“Serikat pekerja tidak boleh menangguhkan, membatalkan, atau menghalangi pemeliharaan dan pengoperasian fasilitas perlindungan keselamatan,” kata pengadilan dalam putusannya.

Pengadilan juga melarang serikat pekerja untuk menghalangi pekerjaan untuk mencegah kerusakan fasilitas dan penurunan kualitas wafer chip.

Pengadilan juga melarang Serikat Pekerja Samsung Electronics dan ketuanya, Choi Seung-ho, untuk menduduki seluruh atau sebagian fasilitas Samsung, memasang kunci, atau menghalangi pekerja untuk masuk.

Sebelumnya, serikat pekerja memperkirakan bahwa 50.000 karyawan Samsung akan ikut serta dalam aksi mogok.

Manajemen Samsung dan serikat pekerja awal pekan ini memasuki putaran negosiasi terakhir mereka sebelum pemogokan. Pembicaraan dimediasi oleh pemerintah.

Serikat pekerja menuntut penghapusan batasan bonus berbasis kinerja, yang ditetapkan sebesar 50 persen dari gaji tahunan, dan kodifikasi rencana bonus yang akan mengalokasikan 15 persen dari laba operasi Samsung Electronics sebagai sumber pendanaan untuk pembayaran tersebut.

Manajemen berjanji memberikan kompensasi tinggi sebagai penghargaan khusus jika perusahaan kembali menduduki posisi teratas di sektor chip.  Namun, mereka tidak dapat menerima penghapusan batasan bonus. (Wahyu Dwi Anggoro)

Topik Menarik