Bank Mandiri Optimistis Sinergi Kebijakan Perkuat Pertumbuhan Ekonomi RI di 2026

Bank Mandiri Optimistis Sinergi Kebijakan Perkuat Pertumbuhan Ekonomi RI di 2026

Terkini | idxchannel | Senin, 11 Mei 2026 - 16:54
share

IDXChannel – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menilai pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang mencapai 5,61 persen pada kuartal I-2026 sebagai bukti kuatnya fundamental domestik. Hal ini didorong konsumsi masyarakat serta akselerasi belanja pemerintah pada program-program prioritas nasional.

Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri, Ari Rizaldi, menekankan bahwa koordinasi yang erat antara pemangku kebijakan fiskal dan moneter menjadi kunci utama dalam menjaga momentum pertumbuhan di tengah tantangan global yang dinamis.

"Ke depan, tantangan global akan terus ada, namun di balik setiap tantangan juga terdapat peluang yang dapat dioptimalkan melalui strategi yang tepat. Dengan sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif, kami meyakini pertumbuhan ekonomi dapat terus terjaga secara berkelanjutan," ujar Ari dalam Mandiri Macro and Market Brief 2Q26 di Jakarta, Senin (11/5/2026).

Meskipun konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran telah mengerek harga minyak dunia hingga melampaui USD100 per barel, Bank Mandiri menilai stabilitas keuangan nasional tetap terjaga. 

Langkah Bank Indonesia dalam melakukan intervensi guna menahan depresiasi rupiah yang tercatat sebesar 3,9 persen sepanjang 2026 dinilai efektif dalam menyeimbangkan pertumbuhan dan stabilitas.

Sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diyakini mampu meredam dampak volatilitas pasar keuangan global terhadap sektor riil di dalam negeri.

Optimisme ekonomi turut tercermin dalam kinerja intermediasi Bank Mandiri yang mencatatkan pertumbuhan di atas rata-rata industri. 

Per Maret 2026, kredit Bank Mandiri secara bank only tumbuh 17,4 persen secara tahunan (year-on-year) mencapai Rp1.530 triliun. 

Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 21,1 persen menjadi Rp1.675 triliun, dengan laba bersih konsolidasi tumbuh 16,6 persen mencapai Rp15,4 triliun.

"Bank Mandiri optimistis dapat mempertahankan kinerja yang solid sepanjang 2026. Ke depan, kami akan terus menjalankan strategi bisnis secara disiplin dan terukur, sekaligus memperkuat peran sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan," kata Ari.

Sebagai mitra strategis pemerintah, Bank Mandiri aktif menyalurkan pembiayaan pada sektor-sektor produktif dan program kerakyatan. Hingga kuartal I-2026, realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Mandiri telah mencapai Rp11 triliun yang menyasar lebih dari 87 ribu pelaku UMKM.

Selain itu, Bank Mandiri turut mengintegrasikan layanan perbankannya dalam ekosistem program pemerintah, antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan penyediaan fasilitas Virtual Account untuk 6.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) demi transparansi keuangan, Program 3 Juta Rumah dengan pembiayaan bagi 2.300 unit hunian rakyat dan Koperasi Desa Merah Putih guna mendukung pertumbuhan sekitar 80 ribu koperasi di tingkat desa dan kelurahan sebagai penggerak ekonomi daerah.

“Dengan posisi likuiditas yang memadai dan rasio permodalan yang kuat, Bank Mandiri optimistis dapat terus berkontribusi dalam menjaga resiliensi ekonomi nasional sepanjang 2026,” ujar dia.

(NIA DEVIYANA)

Topik Menarik