Trump Tolak Proposal Iran, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.414 per USD
IDXChannel - Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada perdagangan Senin (11/5/2026). Mata uang Garuda turun 32 poin atau 0,18 persen ke level Rp17.414 per USD.
Pengamat Pasar Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menilai tekanan geopolitik yang masih kuat masih membayangi rupiah usai Presiden AS Donald Trump menolak proposal perdamaian Iran sehingga meningkatkan risiko geopolitik.
“Pada hari Minggu, Trump menolak proposal balasan terbaru Teheran, dengan mengatakan bahwa tanggapan Iran "sama sekali tidak dapat diterima". Komentar tersebut meredam harapan akan meredanya ketegangan dalam waktu dekat di kawasan Teluk,” tulis Ibrahim dalam risetnya.
Adapun Proposal AS dilaporkan menginginkan penghentian kegiatan pengayaan uranium Iran selama 20 tahun, penghapusan persediaan uranium yang sangat diperkaya, dan pembongkaran fasilitas nuklir utama sebagai imbalan atas pencabutan sanksi dan penghentian aksi militer.
Tanggapan Iran, yang disampaikan melalui mediator Pakistan, dilaporkan menuntut pencabutan sanksi, penghentian kehadiran angkatan laut AS di sekitar Selat Hormuz, jaminan keamanan, dan pengakuan hak Iran untuk melanjutkan beberapa aktivitas nuklir. Wall Street Journal melaporkan bahwa Iran mengusulkan untuk mengurangi sebagian uranium dan mentransfer sisanya ke negara ketiga. Investor tetap fokus pada Selat Hormuz, yang sebagian besar tetap tertutup sejak awal konflik.
Ketegangan geopolitik ini terjadi menjelang kunjungan Trump ke China yang dijadwalkan akhir pekan ini, di mana dia diperkirakan akan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing. Pertemuan puncak tersebut kemungkinan akan fokus pada perdagangan, Taiwan, dan konflik Iran, dengan Beijing dipandang sebagai pemain diplomatik kunci mengingat hubungan ekonominya dengan Teheran.
Minggu ini, perhatian pasar juga tertuju pada rilis data inflasi AS bulan April, termasuk Indeks Harga Konsumen (CPI) dan Indeks Harga Produsen (PPI). Bersamaan dengan itu, data Penjualan Ritel dan pidato para pejabat Federal Reserve juga akan menjadi perhatian pasar.
Dari internal, Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) pada April 2026 menunjukkan keyakinan masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional tetap terjaga di zona optimistis. Namun, hal ini belum mampu mengangkat rupiah.
Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) April 2026 tercatat berada di level 123,0 atau meningkat tipis dibandingkan Maret 2026 sebesar 122,9. Level indeks di atas 100 mencerminkan konsumen masih memiliki optimisme terhadap kondisi ekonomi.
Bank Indonesia menyebut terjaganya keyakinan konsumen terutama didorong oleh peningkatan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE). Pada April 2026, IKE tercatat sebesar 116,5, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 115,4.
Kenaikan IKE menunjukkan persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini, termasuk ketersediaan lapangan kerja, penghasilan, dan daya beli, mengalami perbaikan dibandingkan bulan sebelumnya.
Sementara itu, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) tetap berada pada level optimistis sebesar 129,6. Meski demikian, angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan Maret 2026 yang mencapai 130,4.
Penurunan tipis IEK mengindikasikan konsumen masih memiliki keyakinan positif terhadap prospek ekonomi ke depan, meski dengan tingkat optimisme yang sedikit lebih moderat dibandingkan bulan sebelumnya.
Berdasarkan berbagai sentimen di atas, untuk perdagangan besok, mata uang rupiah masih berpotensi fluktuatif namun diproyeksi melemah pada rentang Rp17.410- Rp17.460 per USD.
(NIA DEVIYANA)










