Menaker: Pelatihan Agroforestri Penting untuk Kembangkan Usaha Potensi Desa
IDXChannel - Pelatihan agroforestri menjadi salah satu upaya penting untuk memperluas peluang kerja sekaligus mendorong pengembangan usaha berbasis potensi desa.
“Pelatihan ini kami desain agar terintegrasi dari hulu sampai hilir, sehingga masyarakat tidak hanya memiliki keterampilan kerja, tetapi juga peluang usaha dari potensi desa yang ada,” kata Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli, Minggu (10/5/2026).
Dia menambahkan, program ini diarahkan untuk mengoptimalkan potensi wilayah Desa Karamatwangi yang memiliki kawasan hutan sosial seluas sekitar 160 hektare, serta didukung ekosistem usaha lokal dan komitmen pemerintah desa dalam pengembangan ekonomi masyarakat.
Lebih lanjut Yassierli menegaskan, pelatihan ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membuka ruang usaha yang berkelanjutan dari potensi yang dimiliki desa.
Dia mengatakan, desa ini dipilih karena memiliki potensi agroforestri yang kuat, didukung ketersediaan lahan, pelaku usaha lokal, serta komitmen pemerintah desa dalam mendorong pengembangan ekonomi berbasis masyarakat.
Jadwal dan Link Streaming Barcelona vs Espanyol di Liga Spanyol 2025-2026, Live di Vision+!
"Pelatihan akan mencakup sektor agroforestri, mulai dari budidaya kopi, pengolahan pascapanen, roasting, hingga barista. Selain itu, Kemnaker juga menyiapkan pelatihan hortikultura seperti budi daya kentang dan cabai untuk memperkuat sektor pertanian produktif," katanya.
Di sektor pariwisata, pelatihan juga diberikan melalui materi hospitality dan tour guide guna mendukung pengembangan wisata berbasis alam dan pertanian di Kabupaten Garut.
Yassierli berharap, program ini dapat menjadikan Karamatwangi sebagai desa percontohan pengembangan ekonomi berbasis agroforestri yang mampu membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat.
“Dari hulu sampai hilir semuanya terintegrasi. Harapannya, masyarakat yang sebelumnya belum memiliki pekerjaan bisa mendapatkan peluang kerja dan usaha dari potensi yang ada di desa,” kata dia.
(Nur Ichsan Yuniarto)










