Rampungkan Akuisisi Momogi, Wahana Interfood (COCO) Siapkan Strategi Ekspansi Ini

Rampungkan Akuisisi Momogi, Wahana Interfood (COCO) Siapkan Strategi Ekspansi Ini

Ekonomi | idxchannel | Jum'at, 8 Mei 2026 - 19:00
share

IDXChannel – PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) secara resmi telah merampungkan proses akuisisinya terhadap keseluruhan saham PT Sari Murni Abadi (SMA), yang di industri makanan ringan lebih dikenal dengan merek dagang Momogi.

Proses akuisisi dilakukan melalui penandatanganan Perjanjian Jual Beli Bersyarat (Conditional Share Purchase Agreement/CSPA) dengan Metaside Global Holding Pte Ltd, pada Rabu (6/5/2026) lalu.

Aksi akuisisi ini sengaja dilakukan pihak COCO sebagai bagian dari strategi memperluas jaringan distribusi akses internasional ke sejumlah negara berkembang.

"Selama ini kita mengenal Momogi Group sebagai brand yang kuat, dan memiliki potensial sinergi dan kesinambungan portofolio produk dengan kami. Selain itu juga memiliki distribusi dan jaringan akses internasional di negara-negara dengan pertumbuhan konsumsi yang tinggi di Asia, Timur Tengah, dan Afrika," ujar Direktur Utama COCO, Sugianto Soenario, dalam keterangan resminya, Kamis (7/5/2026).

Dengan besarnya potensi yang dimiliki Momogi tersebut, menurut Sugianto, maka aksi akuisisi kali ini menjadi langkah strategis Perseroan dalam memperkuat fondasi pertumbuhan bisnis ke depan.

Sedangkan terkait jaringan distribusi dan akses pasar yang dimiliki Momogi, pihak COCO juga telah menyiapkan program perluasan bisnis menjadi food and ingredients, dengan akses ke dua pasar strategis di kawasan Asia Tenggara.

"Kami membidik penguatan dan perluasan bisnis ke segmen food and ingredients, dengan akses ke dua pasar dengan pertumbuhan konsumsi tercepat di Asia Tenggara, yaitu Indonesia dan Vietnam," ujar Sugianto.

Sugianto menjelaskan, potensi industri makanan dan minuman, khususnya di kawasan Asia Tenggara, menunjukkan prospek pertumbuhan yang positif dalam beberapa tahun ke depan.

Berdasarkan data Statista, pasar makanan ringan di Asia Tenggara diproyeksikan tumbuh dengan compound annual growth rate (CAGR) sekitar enam hingga delapan persen hingga 2030 mendatang, dengan didorong oleh pertumbuhan kelas menengah, urbanisasi, serta peningkatan konsumsi produk makanan praktis di kawasan tersebut.

Dengan potensi pasar yang demikian menjanjikan, COCO memposisikan Momogi Group sebagai mitra strategis yang memiliki pondasi bisnis yang kuat, baik di pasar domestik maupun internasional.

Selain itu, langkah strategis Momogi Group melalui akuisisi terhadap Bibica Corporation juga turut memperluas akses pasar perusahaan di kawasan Asia Tenggara, karena entitas gabungan ini akan memiliki pangsa pasar yang signifikan di Indonesia dan Vietnam sebagai dua pasar utama di Asia Tenggara, dengan akses ke lebih dari 270 juta konsumen di Indonesia dan sekitar 100 juta konsumen di Vietnam.

"Transaksi ini merupakan bagian dari langkah strategis kami dalam memperkuat struktur bisnis dan memperluas jangkauan pertumbuhan, baik di pasar domestik maupun internasional," ujar Direktur Momogi Group, Servin Njoo, dalam kesempatan yang sama.

Menurut Njoo, pihaknya melihat kolaborasi Momogi Group bersama COCO sebagai peluang untuk menciptakan nilai tambah melalui sinergi portofolio dan kapabilitas yang saling melengkapi.

Dengan bergabungnya kekuatan brand dan jaringan yang dimiliki masing-masing pihak, Njoo optimistis bahwa kolaborasi dua pihak ini dapat mendorong pertumbuhan bisnis yang lebih berkelanjutan bagi masing-masing pihak ke depan," ujar Njoo.

Selain itu, lanjut Njoo, integrasi ini juga membuka peluang peningkatan nilai melalui efisiensi operasional dan optimalisasi supply chain secara berkelanjutan, mencakup pengadaan bahan baku, proses produksi, logistik, hingga distribusi.

Bergabungnya Momogi Group sekaligus mempertegas arah transformasi COCO dari perusahaan yang sebelumnya dikenal kuat di segmen kakao dan coklat premium menjadi grup usaha consumer business di sektor Food and Ingredients serta FMCG (Fast Moving Consumer Goods).

"Perseroan secara aktif mendorong diversifikasi usaha ke berbagai kategori produk non-coklat dan consumer goods, termasuk makanan ringan, biskuit, wafer,konfeksioneri," ujar Sugianto.

(taufan sukma)

Topik Menarik