10 Top Losers sepanjang April, Ada DATA, DSSA, hingga BREN
IDXChannel – Sebanyak 10 saham masuk dalam jajaran top losers setelah mencatat koreksi dua digit dalam sebulan terakhir, bahkan ada yang merosot lebih dari 40 persen.
Saham PT Remala Abadi Tbk (DATA) menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 41,64 persen ke level Rp2.060 per unit hingga Kamis (30/4/2026), dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp2,83 triliun.
Disusul PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang melemah 39,74 persen ke Rp1.615. Kapitalisasi pasar DSSA jumbo, sekitar Rp311,11 triliun, turut menekan indeks sepanjang bulan lalu.
Penurunan signifikan juga dialami PT PP Properti Tbk (PPRO) yang turun 38,24 persen ke Rp21 dengan kapitalisasi pasar Rp1,30 triliun.
Sementara itu, saham PT MD Entertainment Tbk (FILM) terkoreksi 21,97 persen ke Rp2.380, dengan kapitalisasi pasar Rp25,91 triliun.
Di sektor lain, PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) melemah 19,69 persen ke Rp204 dengan kapitalisasi pasar Rp1,66 triliun, diikuti PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) yang turun 18,70 persen ke Rp2.000 dengan kapitalisasi pasar Rp13,50 triliun.
Saham berkapitalisasi besar lainnya juga tidak luput dari tekanan. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) tercatat turun 18,54 persen ke Rp4.460, dengan kapitalisasi pasar mencapai sekitar Rp596,69 triliun.
PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) melemah 18,18 persen ke Rp63 dengan kapitalisasi pasar Rp7,86 triliun.
Selanjutnya, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) turun 17,82 persen ke Rp1.775 dengan kapitalisasi pasar Rp81,88 triliun.
Kemudian, PT Equity Development Investment Tbk (GSMF) menutup daftar dengan penurunan 17,36 persen ke Rp100, dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp1,42 triliun.
Tekanan di saham-saham tersebut terjadi di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang turun sekitar 1,30 persen sepanjang April dan ditutup di level 6.956,80.
Sentimen negatif datang dari isu MSCI, memanasnya konflik geopolitik Amerika Serikat (AS)-Iran yang mendorong harga minyak, hingga pelemahan rupiah yang sempat menyentuh kisaran Rp17.370 per dolar AS.
Selain itu, investor asing juga mencatat aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp17,72 triliun di pasar reguler, yang turut menekan pergerakan pasar secara keseluruhan. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.










