Wall Street Ditutup Melemah, Saham Teknologi Tertekan Jelang Rilis Laporan Kinerja Big Tech
IDXChannel - Indeks utama Wall Street ditutup melemah pada Selasa (28/4/2026), menjauh dari rekor penutupan tertinggi karena kekhawatiran baru terhadap kecerdasan buatan (AI) menekan saham teknologi. Kekhawatiran ini kembali terjadi hanya beberapa hari sebelum lima perusahaan teknologi paling bergengsi dijadwalkan merilis laporan kuartalan.
Melansir Investing, Dow Jones Industrial Average turun 25,86 poin atau 0,05 persen ke 49.141,93. S&P 500 turun 35,11 poin atau 0,49 persen ke 7.138,80, dan Nasdaq Composite turun 223,30 poin 0,90 persen ke 24.663,80.
Saham semikonduktor, yang telah melonjak lebih dari 40 persen sepanjang tahun ini, menjadi beban utama bagi Nasdaq, yang mencatat penurunan persentase harian terbesar dalam sebulan.
OpenAI gagal memenuhi target internal untuk pengguna mingguan dan pendapatan, sehingga memicu kekhawatiran atas kemampuan raksasa AI tersebut dalam menopang belanja besar untuk pusat data, menurut laporan Wall Street Journal.
Saham Oracle, yang ketergantungannya pada OpenAI untuk ambisi komputasi cloud sedang disorot, turun 4,1 persen.
Saham chip juga melemah, dengan Nvidia, AMD, dan Broadcom turun antara 1,6 persen hingga 4,4 persen. CoreWeave yang didukung Nvidia anjlok 5,8 persen.
“(OpenAI) memberi investor bahan pemikiran baru, apakah pertumbuhan mulai melambat dan apa artinya bagi belanja modal,” kata CEO Horizon Investment Services di Hammond, Indiana, Chuck Carlson.
Musim laporan keuangan kuartal pertama memasuki fase sibuk minggu ini, dengan lima perusahaan dalam kelompok Magnificent Seven dijadwalkan melaporkan kinerja. Pada Rabu, Alphabet, Amazon, Meta Platforms, dan Microsoft dijadwalkan merilis kinerja, sementara Apple menyusul pada Kamis.
Perusahaan-perusahaan yang akan merilis laporan keuangan minggu ini mencakup sekitar 44 persen dari total kapitalisasi pasar S&P 500.
General Motors naik 1,3 persen setelah melampaui ekspektasi laba kuartalan dan menaikkan proyeksi laba tahunan, didorong pasar mobil AS yang tetap kuat serta potensi pengembalian tarif.
Saham United Parcel Service turun 4 persen setelah perusahaan pengiriman paket itu menegaskan kembali target pendapatan tahunan di tengah lonjakan biaya bahan bakar yang mengimbangi perbaikan bisnis.
Coca-Cola naik 3,9 persen setelah laporan kuartalan yang lebih baik dari perkiraan. Raksasa minuman itu meremehkan dampak harga minyak tinggi dan menaikkan target laba tahunan.
Dari 11 sektor utama di S&P 500, sektor teknologi mencatat penurunan terbesar, sementara energi mencatat kenaikan persentase tertinggi.
(NIA DEVIYANA)








