Wall Street Ditutup Beragam, S&P dan Nasdaq Menguat Jelang Laporan Big Tech
IDXChannel - Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite mencatat kenaikan tipis pada Senin (27/4/2026) dalam perdagangan Wall Street yang cenderung sepi. Investor mengambil jeda di tengah pekan yang padat agenda, mulai dari laporan keuangan, data ekonomi, keputusan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed), hingga dinamika ketegangan di Timur Tengah.
Melansir Investing, Indeks Dow Jones Industrial Average turun 62,67 poin atau 0,13 persen menjadi 49.168,04. S&P 500 naik 8,85 poin atau 0,12 persen ke 7.173,93, dan Nasdaq Composite naik 50,50 poin atau 0,20 persen ke 24.887,10.
Ketiga indeks saham utama AS bergerak naik-turun sepanjang sesi, menunjukkan kurangnya keyakinan arah setelah reli pekan lalu. S&P 500 dan Nasdaq kembali mencetak rekor penutupan tertinggi.
Musim laporan keuangan kuartal pertama kini memasuki fase puncak, dengan sejumlah perusahaan besar dijadwalkan melaporkan kinerja minggu ini, termasuk lima raksasa teknologi “Magnificent Seven” yaitu Amazon, Alphabet, Meta Platforms, Apple, dan Microsoft.
Investor akan menilai sejauh mana perusahaan-perusahaan ini mulai menuai hasil dari belanja besar mereka di bidang kecerdasan buatan (AI).
Hingga Jumat, sebanyak 139 perusahaan dalam S&P 500 telah melaporkan hasil kuartal pertama. Dari jumlah tersebut, 81 persen melampaui ekspektasi. Analis kini memperkirakan pertumbuhan laba agregat S&P 500 sebesar 16,1 persen secara tahunan, naik dari 14,4 persen pada 1 April menurut LSEG I/B/E/S.
Perusahaan yang akan melaporkan minggu ini mewakili sekitar 44 persen kapitalisasi pasar S&P 500.
Upaya menghidupkan kembali perundingan damai antara AS dan Iran masih berlangsung, setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan perjalanan negosiator ke Islamabad untuk putaran pembicaraan langsung berikutnya. Iran terus membatasi pengiriman melalui Selat Hormuz, sambil menuntut AS mencabut blokade sebagai syarat untuk melanjutkan negosiasi.
Pada Selasa, Federal Reserve dijadwalkan memulai rapat kebijakan dua hari yang secara luas diperkirakan berujung pada keputusan untuk mempertahankan suku bunga. Pernyataan resmi dan konferensi pers Ketua The Fed Jerome Powell akan dicermati untuk mencari petunjuk mengenai kondisi ekonomi AS serta dampak inflasi dari lonjakan harga energi akibat konflik AS-Israel dengan Iran.
Dari 11 sektor utama dalam S&P 500, sektor layanan komunikasi mencatat kenaikan persentase terbesar, sementara sektor kebutuhan pokok konsumen mengalami penurunan terdalam.
Saham Verizon naik 1,5 persen setelah perusahaan telekomunikasi tersebut menaikkan proyeksi tahunan berkat penambahan pelanggan yang lebih kuat dari perkiraan.
Sementara itu, Domino’s Pizza turun 8,8 persen setelah gagal memenuhi estimasi penjualan kuartal pertama.
Saham Nvidia melonjak 4,0 persen, melanjutkan kenaikan 4,3 persen pada sesi sebelumnya. Perusahaan ini kembali mencapai valuasi pasar lebih dari USD5 triliun.
Jumlah saham yang naik lebih banyak dibanding yang turun dengan rasio 1,1 banding 1 di NYSE. Terdapat 336 saham mencetak level tertinggi baru dan 47 saham mencapai level terendah baru.
Di Nasdaq, 2.189 saham naik dan 2.499 turun, sehingga saham yang turun lebih banyak dengan rasio 1,14 banding 1.
S&P 500 mencatat 17 saham mencapai level tertinggi baru dalam 52 minggu dan 9 terendah baru, sementara Nasdaq Composite mencatat 123 tertinggi baru dan 92 terendah baru.
Volume perdagangan di bursa AS mencapai 15,59 miliar saham, lebih rendah dibanding rata-rata 18,28 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir.
(NIA DEVIYANA)









