Wall Street Ditutup Naik, Pembicaraan Perdamaian Timur Tengah Dongkrak Sentimen
IDXChannel - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, ditutup naik pada Kamis (9/4/2026), karena negosiasi yang sedang berlangsung menuju resolusi damai atas konflik Timur Tengah selama enam minggu membantu meredakan kekhawatiran atas gencatan senjata AS-Iran.
Dilansir dari Reuters, Jumat (10/4/2026), Indeks Dow Jones Industrial Average naik 275,88 poin atau 0,58 persen menjadi 48.185,80, S&P 500 menguat 41,85 poin atau 0,62 persen ke level 6.824,66, dan Nasdaq Composite menghijau 187,42 poin atau 0,83 persen menjadi 22.822,42.
Ketiga indeks saham utama AS naik setelah pulih dari penurunan sebelumnya karena Israel berupaya melakukan pembicaraan dengan Lebanon.
Harga minyak mentah berfluktuasi sepanjang sesi perdagangan karena pasar menunggu Iran membuka kembali Selat Hormuz. Kontrak berjangka WTI bulan depan ditutup naik 3,66 persen, tetapi tetap di bawah USD100 per barel.
Lalu lintas pengiriman harian melalui Selat Hormuz turun menjadi kurang dari 10 persen dari rata-rata historisnya setelah dimulainya perang AS-Israel.
Portofolio Sustainable Loans BRI Tembus Rp811,9 Triliun di 2025, Dorong Ekonomi Hijau dan Inklusif
Departemen Perdagangan mengeluarkan laporan PDB dan PCE, yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi lebih lambat dari perkiraan pada kuartal IV, sementara harga konsumen tetap tinggi.
Risalah dari pertemuan moneter terbaru Federal Reserve AS menunjukkan para pembuat kebijakan semakin mempertimbangkan potensi kenaikan suku bunga untuk melawan dampak inflasi dari perang Iran yang berkepanjangan.
Dari 11 sektor utama di S&P 500, sektor energi mengalami penurunan terbesar, sementara sektor barang konsumsi non-esensial mencatat kenaikan persentase terbesar.
Saham yang naik lebih banyak daripada saham yang turun dengan rasio 1,99 banding 1 di NYSE. Terdapat 254 saham yang mencapai level tertinggi baru dan 83 saham yang mencapai level terendah baru di NYSE.
Di Nasdaq, 2.651 saham naik dan 2.029 saham turun, dengan saham yang naik lebih banyak daripada saham yang turun dengan rasio 1,31 banding 1.
Indeks S&P 500 mencatat 44 level tertinggi baru dalam 52 minggu dan 19 level terendah baru, sementara Indeks Komposit Nasdaq mencatat 158 ââlevel tertinggi baru dan 135 level terendah baru.
Rupiah Tembus Rp17 Ribu per USD, Depresiasinya Tidak Seburuk Won Korsel hingga Peso Filipina
Volume perdagangan di bursa AS mencapai 17 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 19,38 miliar saham untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.
(Dhera Arizona)








