Krakatau Steel (KRAS) Raih Laba Bersih Rp5,7 Triliun di 2025 Imbas Restrukturisasi Utang

Krakatau Steel (KRAS) Raih Laba Bersih Rp5,7 Triliun di 2025 Imbas Restrukturisasi Utang

Ekonomi | idxchannel | Rabu, 1 April 2026 - 19:50
share

IDXChannel - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk atau KS (KRAS) mencatat laba bersih sebesar USD339,6 juta atau setara dengan Rp5,7 triliun pada 2025.

Laba bersih itu sebagian besar bersumber dari keuntungan buku (accounting gain) atas program restrukturisasi utang. Dari pos ini, KS mencatatkan pendapatan keuangan USD519,9 juta, termasuk laba penyelesaian kewajiban yang dipercepat (haircut) senilai USD156,7 juta.

Direktur Utama KS, Akbar Djohan mengatakan hasil positif ini tidak lepas dari dukungan penuh pemerintah melalui Danantara serta kepercayaan para kreditur dan mitra bisnis.

"Kami sangat mensyukuri capaian ini sebagai bentuk amanah dari para pemangku kepentingan. Dukungan pendanaan dan kepercayaan dari Danantara menjadi pendorong utama bagi kami untuk terus berbenah. Laba ini adalah titik awal yang kami sikapi dengan rendah hati untuk terus memastikan keberlanjutan industri baja nasional," ujar Akbar melalui keterangan resmi, Rabu (1/4/2026).

Sepanjang tahun 2025, KS membukukan pendapatan sebesar USD959,8 juta atau Rp16,05 triliun. Total volume penjualan produk baja mencapai 944.562 ton, meningkat 29 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

Selain laba, struktur neraca perseroan juga kian sehat dan kokoh. KS memperkuat posisi keuangannya dengan mencatatkan total aset sebesar USD2,8 miliar atau setara dengan Rp46,24 triliun. Di saat yang sama, komitmen perseroan dalam menyelesaikan kewajiban utang membuahkan hasil nyata, di mana total liabilitas ditekan turun sebesar 17 persen menjadi USD2,04 miliar atau Rp34,11 triliun.

Efek positif dari perbaikan kinerja ini membawa pertumbuhan yang sangat signifikan pada sisi ekuitas perusahaan. Tercatat, nilai ekuitas KS melonjak hingga lebih dari dua kali lipat menjadi USD725,5 juta atau Rp12,1 triliun, mencerminkan bahwa KS kini memiliki landasan finansial yang jauh lebih kuat untuk ekspansi di masa depan.

"Kami menyadari masih banyak tantangan di depan. Oleh karena itu, perseroan akan terus melakukan evaluasi portofolio secara aktif dan meninjau kembali kerja sama yang belum memberikan nilai optimal, demi menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh seluruh stakeholders," ujar Akbar.

Ke depan, KS memandang optimistis kelanjutan tren pertumbuhan ini melalui peningkatan utilisasi fasilitas produksi dan penguatan pangsa pasar domestik. Fokus strategis tetap tertuju pada pemenuhan kebutuhan sektor infrastruktur dan otomotif yang terus berkembang, selaras dengan semangat pembangunan nasional serta percepatan hilirisasi industri menuju visi Indonesia Emas.

Sebagai bagian dari upaya memperkuat fundamental perusahaan, KS secara aktif melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh portofolio bisnis, termasuk meninjau kembali sejumlah kerja sama modal ventura (joint venture/JV) guna memastikan keselarasan dengan target pertumbuhan. 

Perseroan meyakini apabila kinerja seluruh unit JV menunjukkan tren positif, terutama PT Krakatau Posco sebagai mitra strategis utama, maka hal tersebut akan memberikan kontribusi yang jauh lebih besar dan berkelanjutan terhadap kinerja keuangan konsolidasi KS secara keseluruhan.

(Rahmat Fiansyah)

Topik Menarik