Aksi Jual Asing Tekan IHSG, Mirae Asset Soroti Fase Distribusi Pasar

Aksi Jual Asing Tekan IHSG, Mirae Asset Soroti Fase Distribusi Pasar

Ekonomi | idxchannel | Rabu, 1 April 2026 - 18:34
share

IDXChannel - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai pasar saham domestik mulai memasuki fase distribusi di tengah meningkatnya risiko ekonomi global, meskipun sejumlah bursa saham global justru mencatatkan penguatan.

Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, mengatakan pelemahan pasar saham Indonesia saat ini terlihat dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih tertekan serta disertai arus keluar dana asing.

IHSG tercatat melemah sekitar 0,6 persen ke level 7.048, dengan foreign net sell sekitar Rp1,2 triliun. Aksi jual investor asing terutama terjadi pada saham perbankan besar seperti BBRI dan BBNI, serta saham komoditas seperti BRMS dan BUMI.

Menurut Rully, kondisi ini menunjukkan adanya divergensi antara pasar domestik dengan pasar global. Pasalnya, indeks utama global seperti Dow Jones dan S&P 500 justru mencatatkan penguatan dalam periode yang sama.

Ia menambahkan, pergerakan IHSG dalam jangka pendek masih akan sangat dipengaruhi oleh dinamika arus dana asing serta sentimen global.

“Fase distribusi saat ini mengindikasikan IHSG masih berpotensi mengalami pelemahan lanjutan hingga ke kisaran 7.005, dengan level support kritikal di area 6.892 yang perlu dicermati investor,” ujarnya Dalam keterangan resmi yang diterima, Rabu (1/4/2026).

Tekanan pasar juga dipicu oleh kenaikan harga minyak mentah global. Harga minyak Brent yang naik hingga kisaran USD118 per barel dinilai menjadi salah satu faktor utama yang meningkatkan ketidakpastian pasar.

Di sisi lain, Mirae Asset menilai keputusan pemerintah untuk mempertahankan harga BBM subsidi dapat membantu menjaga inflasi dan daya beli masyarakat dalam jangka pendek, meskipun berpotensi memberikan tekanan terhadap ruang fiskal.

Analis Mirae Asset Jessica Tasijawa menambahkan pemerintah saat ini juga tengah menyiapkan sejumlah kebijakan untuk meredam dampak volatilitas global, mulai dari efisiensi fiskal hingga penyesuaian kebijakan energi.

Kebijakan tersebut diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara stabilitas fiskal dan daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global.

(Shifa Nurhaliza Putri)

Topik Menarik