Siap Dual Listing, Merdeka Gold (EMAS) Ajukan IPO di Bursa Hong Kong
IDXChannel - PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mengajukan pencatatan saham (IPO) di bursa Hong Kong.
Langkah ini ditujukan untuk memperluas basis investor sekaligus mengakses modal luar negeri, seiring produksi di tambang emas unggulannya, Pani Gold Mine, terus meningkat.
Dalam pengajuan yang dikirim ke Bursa Hong Kong pada Jumat (20/3/2026) pekan lalu, seperti dikutip Reuters, Senin (23/3), perusahaan yang sudah tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini menyebut bahwa listing di Hong Kong akan meningkatkan profilnya di mata investor institusi internasional.
Perusahaan melaporkan rugi bersih sebesar USD27,5 juta pada 2025, meningkat dibandingkan rugi bersih USD12,7 juta pada 2024.
UBS dan Citic Securities ditunjuk sebagai penjamin emisi bersama untuk proses IPO ini.
Merdeka Gold menegaskan bahwa Tambang Emas Pani di Gorontalo merupakan tambang emas primer terbesar di Indonesia berdasarkan sumber daya dan cadangan, dengan 7 juta ons emas di sumber daya mineral dan 5,2 juta ons di cadangan bijih.
Sebelumnya, EMAS bersama PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) masuk dalam rebalancing Market Vectors Index Solutions (MVIS) Global Junior Gold Miners Index, yang menjadi acuan VanEck Junior Gold Miners ETF (GDXJ).
Perubahan ini akan mulai berlaku efektif pada 20 Maret 2026.
Berdasarkan estimasi CGS International Sekuritas Indonesia (CGSI), saham EMAS berpotensi menerima inflow terbesar sekitar USD86 juta (sekitar Rp1,46 triliun) dengan bobot sekitar 0,73 persen.
Di sisi lain, Merdeka Gold mengumumkan penjualan emas perdana dari Tambang Emas Pani, menandai masuknya perusahaan ke fase produksi komersial.
Presiden Direktur PT Merdeka Gold Resources Tbk, Boyke Poerbaya Abidin, menjelaskan penjualan ini dilakukan melalui anak usaha PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS) ke PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam) sebanyak 16,0597 kg atau 516.287 ounces emas.
"Penjualan ini merupakan bagian dari kerja sama strategis antara Grup Merdeka dan Antam melalui Gold Sales and Purchase Agreement (GSPA) untuk mendukung penyerapan produksi emas domestik sekaligus memperkuat integrasi rantai pasok emas nasional," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (16/3/2026) lalu.
Seiring dimulainya produksi, Merdeka Gold juga melaporkan peningkatan signifikan pada basis cadangan emasnya.
Berdasarkan estimasi terbaru per 31 Desember 2025, total Ore Reserves meningkat menjadi 203,1 juta ton bijih dengan kadar rata-rata 0,79 g/t emas, mengandung sekitar 5,2 juta ounces emas. (Aldo Fernando)










