Harga CPO Stabil usai Libur Idulfitri, Pasar Waspadai Geopolitik

Harga CPO Stabil usai Libur Idulfitri, Pasar Waspadai Geopolitik

Ekonomi | idxchannel | Selasa, 24 Maret 2026 - 14:34
share

IDXChannel – Harga minyak sawit mentah (CPO) diperdagangkan dalam kisaran sempit pada Selasa, seiring pasar kembali beraktivitas setelah libur panjang Idulfitri.

Pergerakan harga minyak nabati rival di bursa Dalian dan Chicago berbeda-beda, sementara perang di Timur Tengah membuat trader tetap berhati-hati.

Kontrak acuan CPO untuk pengiriman Juni di Bursa Derivatif Malaysia diperdagangkan antara 4.565-4.597 ringgit Malaysia per ton hingga jeda istirahat siang, dan terakhir tercatat melemah 0,63 persen di 4.582 ringgit.

“Pergerakan harga yang berbeda pada palm olein Dalian dan minyak kedelai Chicago membuat futures minyak sawit bergerak dalam kisaran relatif sempit,” kata seorang trader yang berbasis di Kuala Lumpur, dikutip Reuters.

Ia menambahkan, ketidakpastian geopolitik juga membuat pelaku pasar menahan diri, setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa AS dan Iran telah melakukan 'pembicaraan produktif', namun Tehran membantah adanya negosiasi.

Kontrak minyak kedelai aktif di Dalian turun 0,28 persen, sementara kontrak minyak sawit melemah 0,81 persen. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade justru naik 0,78 persen.

Minyak sawit mengikuti pergerakan harga minyak nabati lain karena bersaing dalam pangsa pasar minyak nabati global.

Kenaikan harga minyak mentah, seiring kekhawatiran pasokan akibat perang di Timur Tengah yang belum menunjukkan tanda berakhir, membuat minyak sawit lebih menarik sebagai bahan baku biodiesel.

Nilai tukar ringgit, sebagai mata uang perdagangan minyak sawit, melemah 0,2 persen terhadap dolar, membuat komoditas ini sedikit lebih murah bagi pembeli dengan mata uang asing. (Aldo Fernando)

Topik Menarik