Bursa Asia Menguat Dipimpin Kospi Korsel dan Nikkei Jepang
IDXChannel – Bursa saham Asia menguat pada perdagangan Rabu (18/3/2026), dipimpin lonjakan saham teknologi di Korea Selatan dan Jepang, di tengah optimisme terhadap prospek kecerdasan buatan (AI).
Namun, sentimen pasar tetap dibayangi ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong volatilitas harga energi.
Indeks Kospi Korea Selatan (Korsel) melonjak lebih dari 3 persen ke sekitar 2.840, tertinggi dalam dua pekan.
Melansir dari Trading Economics, penguatan ini ditopang saham semikonduktor, dengan Samsung Electronics melesat 5,6 persen dan SK hynix naik 4,0 persen, seiring meningkatnya optimisme permintaan AI setelah pembaruan dari konferensi Nvidia GTC.
Saham lain seperti Hyundai Motor, Kia, SK Square, dan LG Energy Solution juga mencatatkan kenaikan.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 1,4 persen ke atas 54.400, sementara Topix menguat 1,1 persen menjadi 3.667, berbalik arah dari pelemahan hari sebelumnya.
Investor memburu saham yang dinilai relatif minim terdampak konflik Timur Tengah, terutama sektor teknologi dan AI.
Meski demikian, pelaku pasar tetap berhati-hati terhadap eskalasi konflik di kawasan tersebut.
Serangan terhadap infrastruktur energi meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan, sementara ketegangan di Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak global, masih menjadi perhatian utama.
Harga minyak pun tetap tinggi. Minyak mentah AS (WTI) ditutup naik 2,9 persen ke USD96,21 per barel, sementara Brent menguat 3,2 persen ke USD103,42 per barel.
Keduanya memang turun dari puncak intraday, tetapi masih mencatat kenaikan lebih dari 40 persen sepanjang bulan ini.
Di sisi lain, won Korea Selatan menguat seiring pelemahan dolar AS menjelang keputusan kebijakan Federal Reserve (The Fed), yang diperkirakan menahan suku bunga. Sentimen ini turut membantu menjaga stabilitas pasar.
Dari kawasan lain, indeks ASX 200 Australia naik tipis 0,22 persen dan STI Singapura menguat 0,69 persen. Sebaliknya, Shanghai Composite turun 0,22 persen dan Hang Seng Hong Kong melemah 0,10 persen.
Pasar global sebelumnya juga ditutup menguat untuk hari kedua berturut-turut, dengan sektor energi memimpin kenaikan di Wall Street.
Jumlah Penumpang Kapal Penyeberangan Merak-Bakauheni Diprediksi 3,75 Juta saat Lebaran 2026
Fokus investor kini tertuju pada arah kebijakan bank sentral global, di tengah risiko inflasi akibat lonjakan harga energi.
Di tengah dinamika tersebut, data ekonomi Jepang menunjukkan ekspor tumbuh 4,2 persen secara tahunan pada Februari, melampaui ekspektasi, meski melambat dibanding lonjakan Januari.
Hal ini mencerminkan permintaan eksternal yang masih bertahan, namun mulai kehilangan momentum. (Aldo Fernando)









