Obligasi Pemerintah Global Ikut Tertekan Konflik Timur Tengah, Harapan Rate Cut Memudar

Obligasi Pemerintah Global Ikut Tertekan Konflik Timur Tengah, Harapan Rate Cut Memudar

Ekonomi | idxchannel | Rabu, 4 Maret 2026 - 07:40
share

IDXChannel - Konflik yang terjadi di Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS)-Israel versus Iran turut memberikan tekanan pada obligasi pemerintah global yang tercermin dari aksi jual tajam selama dua hari.

Melansir Reuters, Rabu (4/3/2026), harga obligasi anjlok karena menyusul kekhawatiran perang yang berkepanjangan akan mendorong harga energi naik dan menunda pemangkasan suku bunga bank sentral. 

Hal ini menambah kompleksitas dalam pengambilan keputusan investasi. Seperti diketahui, obligasi pemerintah selama ini dipandang sebagai aset safe haven dan cenderung menguat saat pasar bergejolak.

Kekhawatiran Inflasi

Lonjakan harga energi terjadi ketika banyak bank sentral, termasuk The Fed, masih bergulat dengan inflasi yang berada di atas target.

Pandangan The Fed yang terpecah diperkirakan mempertahankan suku bunga tetap stabil selama beberapa bulan ke depan karena kekhawatiran terhadap tekanan harga yang masih tinggi.

Kepala Ekonom ECB, Philip Lane, mengatakan perang berkepanjangan di Timur Tengah dapat menyebabkan lonjakan inflasi signifikan di zona euro serta menekan pertumbuhan ekonomi.


(NIA DEVIYANA)

Topik Menarik