Balik Arah, Modal Asing Rp0,36 Triliun Kembali Masuk RI Sepanjang Februari 2026

Balik Arah, Modal Asing Rp0,36 Triliun Kembali Masuk RI Sepanjang Februari 2026

Ekonomi | idxchannel | Selasa, 3 Maret 2026 - 22:44
share

IDXChannel - Aliran dana investor asing di pasar saham domestik mulai berbalik arah pada Februari 2026. Setelah mencatatkan net sell cukup besar pada Januari, investor non-residen kini kembali masuk dengan membukukan net buy sebesar Rp0,36 triliun.

Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hasan Fawzi mengatakan, arus masuk dana asing tersebut menjadi sinyal perbaikan sentimen di tengah tekanan pasar yang mulai mereda.

"Untuk investor asing tercatat mengumpulkan net buy sebesar Rp0,36 triliun, atau ini berbalik arah dibandingkan di Januari 2026 yang masih mencatatkan net sales sebesar Rp9,88 triliun," ujar Hasan dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Sebagai perbandingan, Hasan menjelaskan, pada Januari 2026 investor asing tercatat melepas saham dengan nilai bersih Rp9,88 triliun, mencerminkan tingginya tekanan eksternal dan sikap wait and see pelaku pasar global saat itu.

Masuknya kembali dana asing pada Februari dinilai menjadi indikator awal stabilisasi, seiring tekanan di pasar saham domestik yang mulai mereda. Meski secara month to date Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terkoreksi, arus modal asing yang kembali positif memberikan bantalan terhadap volatilitas.

IHSG ditutup di level 8.235,49 pada 27 Februari 2026, meski masih mencatat koreksi secara bulanan maupun tahunan. Secara month to date IHSG terkoreksi 1,13 persen, sementara secara year to date melemah 4,76 persen.

"Pada Februari 2026, tekanan di pasar saham domestik terpantau mereda. IHSG pada akhir Februari 2026 ditutup pada level 8.235,49 yang tercatat pada tanggal 27 Februari 2026. Ini terkoreksi sebesar 1,13 persen secara month-to-date atau 4,76 persen secara year-to-date," ujar Hasan. 

Meski demikian, volatilitas kembali meningkat di awal Maret 2026 seiring eskalasi konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah. OJK menegaskan terus melakukan pemantauan ketat terhadap pergerakan pasar.

"Sehubungan dengan volatilitas pasar di awal Maret 2026 yang dipicu oleh eskalasi konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah, OJK tentu terus memantau pergerakan pasar, serta terus melakukan koordinasi dengan SRO, Bursa Efek Indonesia, KSEI dan KPEI, dan juga para pelaku di industri pasar modal dalam mengambil langkah-langkah kebijakan yang diperlukan," katanya.

Dari sisi likuiditas, kata Hasan, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) saham sepanjang Februari 2026 tercatat tetap tinggi, yakni sebesar Rp25,62 triliun. Angka ini konsisten berada di atas Rp20 triliun sejak Agustus 2025.

Namun, OJK tetap mencermati dinamika pasar, terutama di awal Maret 2026 yang kembali diwarnai volatilitas akibat eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah. Koordinasi dengan self-regulatory organization (SRO), pelaku industri, serta infrastruktur pasar terus dilakukan untuk menjaga stabilitas.

Pembalikan arus modal asing ini sekaligus menjadi sentimen penting bagi pelaku pasar, mengingat pergerakan dana global kerap menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi arah IHSG dalam jangka pendek.

(Dhera Arizona)

Topik Menarik